Buku Harian Seorang Pria Muda yang Tinggal Bersama

berjalan






“Lalu apa yang harus kita lakukan hari ini…,”

“...Apakah kamu mau jalan-jalan?”

"Oke,,,,"

.




.

.

“Saudari, kamu belum siap, kan?”

“Eh,,,,tunggu sebentar,,,,,”

Mencicit-

Huening Kai membuka pintu kamar Yeoju dan masuk.

",,,,? Apa yang sedang kamu lakukan,,,?"

"Ah,,,,ada apa, jangan dilihat,,,,"

"Apa itu-ㅡ-"

“Ah,,,jangan dilihat,,,,”

“Hei,,,ada apa,,,,”
"Hei ini,,,,,"

“Tidak,,,,kami belum punya pasangan,,,,,”
“Jadi aku baru saja membuatnya,,,,ugh,,,,”

“Hehe,,,,terima kasih,,,,”

"Apa ini/////"

“Sekarang, ayo kita cepat keluar,”

“Ya,,,benar sekali,,,,”

.




.




.

.



“Senang rasanya bisa jalan-jalan bersama Huening setelah sekian lama-”

“Aku juga akan menggunakannya,,,,,”

"tertawa terbahak-bahak,,,,,,"

Tokoh protagonis wanita itu meraih tangan Huening Kai.

“//////”

“Rasanya masih canggung….? Kita sudah bersama selama 5 tahun….?”

“Aku sedikit…,,, malu…,”

“Haha, dua hari yang lalu kamu memaksanya masuk ke dalam diriku-”

"Itulah saat itu..."

"Lucu sekali- haha"

.


.
.



.


.

Ketuk. Ketuk.

"Apa, sedang hujan..."

“Kita sudah terlalu jauh melangkah, butuh waktu lama untuk kembali ke titik awal…”

"Apa yang harus saya lakukan...?"

Desir.

Huening Kai melepas mantelnya dan menutupi tokoh protagonis wanita.

“Kamu pasti kedinginan…”

“Tidak apa-apa,,,aku akan menunggu di bawah sana sebentar,,,”

"Oke,,,,,"

.



.

.

Bicara…

“Sepertinya hujan sudah berhenti sekarang,,?”

“Apakah kita akan pergi sekarang…?”

"Kemudian,,,"
"Oh,,,"

"Dimana sakitnya,,,?"

“Tidak, pergelangan kakiku agak sakit sejak beberapa waktu lalu…”

"Bisakah kamu berjalan...?"

"Ya, aku bisa berjalan..."

"Saya minta maaf,,,,"

"Tidak!! Aku berat..."

"Meskipun aku naik ke atas..."

"Oke,,,,tapi aku berat,,,?"
"Diam,,"

"Naiklah dengan cepat..."

"Ah sudahlah, aku di sini kok, hahaha"

"Oh, ini sangat ringan..."

"Sungguh Jeong Hyeon-ing ㅋㅋㅋ"

.



.

.







.

"Ugh,,,dingin sekali,,,,"

"Ya,,,,Tiba-tiba jadi dingin setelah hujan,,,,"

"Aku merasa tidak nyaman... Aku akan membersihkan diri dulu..."

"Ya,,,,,"

.




.


.

"Hyuning, unnie, sudah mandi? Ada apa? Kenapa sunyi sekali?"

"Cairan baru-cairan baru-"

Huening Kai sedang tidur di sofa.

"Astaga, kali ini beneran kamu juga..."
"Setidaknya aku harus menyeka wajahku..."
.

.
.
“Di mana tisu pembersihnya…,”
“Ah, ini dia,”

Desis-dessis-

“Haha, Huening lucu saat tidur…,”

samping-.

"Selamat malam, Huening-"
"Aku juga akan tidur di sebelahmu,"

.




.
.

"Um,,,,Saudari,,,?"

"Hyuning sudah bangun...?"

"Hei,,,,kakak, kenapa aku pakai piyama,,,"

"Aku sudah mengganti bajumu-"

"Apa-apaan ini"

"Haha, kamu melakukan itu dua hari yang lalu dan sekarang kamu tidak bisa melakukan ini juga-"

”///////“

"Di sini tidak nyaman - ayo kita tidur."

"Oh,,, aku belum mandi,,,"

"Hei,,,,ayo kita pergi cepat,,,,"

”,,,!“

"Kenapa kamu tidak datang...?"

"ㄱ,,,tersedia/////"

.



.
.




.