Berusia 19 tahun, cinta tak berbalasku berakhir bahagia.

๐Ÿ’Ž EP.06 Jihoon dan Berenang - 1

-Druk

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Lee Ji-eun! Apakah kamu baik-baik saja sekarang?"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ya... heh"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Oh, seriusan, dasar jalang! Aku sangat khawatir...!"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ugh, kamu?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"..ใ…Ž^^"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Dan jangan lupa ucapkan terima kasih kepada Kwon Soon-young."

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Mengapa?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Kwon Soon-young berlari dari gimnasium ke ruang perawatan sambil menggendongmu."

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ah, benarkah?"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Oh iya, aku akan pergi berlibur besok!"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Benarkah? Kalau begitu aku harus menelepon Jihoon dan menyuruhnya memesan vila dengan kolam renang pribadi."

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ini pasti seru! Ayo belanja sepulang kerja! Ayo belanja!"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Oh~ Apa yang kamu bicarakan? Mengerti kok, hehe"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Sebaliknya! Apakah kamu akan belajar giat mulai sekarang?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Oke... aku akan mengepak barang-barangku di rumahmu, lalu menginap dan pergi berlibur?"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Hei... Kwon Soon-young, apakah kamu akan menginap di rumahku hari ini?"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Aku dengar itu dari Lee Ji-hoon... Makanya tidak ada lowongan."

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Hmm.."

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Apakah kamu mau tidur di kamarku? Ranjangnya besar... Tidak, bukankah lebih baik tidur dengan Lee Ji-hoon? (Menghela napas)"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Hei!! Mau menggali??(///)"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Aku akan tidur di kamarmu!"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ya, Grom... Bukankah akan lebih baik jika kita pergi jalan-jalan dan tidur bersama?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Haha, Ji-eun, apakah kau benar-benar ingin mati?"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Apakah kamu ingin hidup?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"...besar...pokoknya, aku senang bisa pergi berlibur"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Aku jadi lebih bersemangat lagi saat memikirkan Lee Ji-hoon..."

-Gedebuk! Pfft! Pfft! Bang! Berdebar!"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ugh...istriku..."

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"...Kalau kamu mau dipukul sekali lagi, coba saja hehe"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Aku mengirimkannya padamu..."

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"^^"

-Saatnya makan siang. Sunyoung, Suyeong, dan Ji-eun datang ke perpustakaan.

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"..! Hei, Jihoon ada di sini!"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Hah? Lee Ji-hoon?"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Kukira kau akan bertemu dengan anak-anak tim bisbol besok pagi?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Tidak, ini gerbang sekolah sekarang."

Jihoon memasuki lapangan bermain sekolah.

ํ•™์ƒ

Hei!! Itu Lee Ji-hoon!!/Gyah!! Ambil foto, ambil foto!!/Lee Ji-hoon datang ke sekolah kita!?

ํ•™์ƒ

Wow/ Bukankah itu sekolah yang berbeda?/ Kudengar mereka mengikuti ujian masuk bisbol profesional/ Wow../ Kamu jauh lebih pendek dari yang kukira.

Ji-hoon, yang merupakan penangkap bola untuk tim yang memenangkan kompetisi remaja, cukup terkenal sehingga dikenal oleh semua orang.

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"..buruk.."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Hah? Kenapa?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"...Karena kamu memang seorang bintang..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Apa yang kau bicarakan? Kau lebih pantas disebut bintang, Putri Renang, pemandu sorak Seventeen."

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Apa-apaan sih~ Kamu menatapku?"

-samping

Sooyoung memberikan ciuman singkat di bibir Jihoon.

ํ•™์ƒ

Wow!

Para siswa menyaksikan kejadian itu.

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Hah...ada apa ini? Pendek?"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Kenapa Hoon kita seperti itu?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"...kau sedang merayuku"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Hah, sekarang kamu lebih pendek dariku? (Tinggi badan Ji-hoon 164 cm, tinggi badan Su-yeong 167 cm)"

Sooyoung sedikit menundukkan tubuhnya dan menutupi bibir Jihoon.

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"! Ugh..huh"

*Ji-eun dan Sun-young menonton sambil makan popcorn bersama para siswa yang sedang menonton*

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Tolong buat filmnya"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Adegan ciuman itu menyelamatkan film tersebut."

*

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Fiuh...haa..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"..haha ini enak sekali"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Apa yang kamu katakan(///)"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Kita sebaiknya makan di sini"

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Ah... ya!"

-Sekolah tempat Anda dapat membayar makanan sekolah seperti di perguruan tinggi-โ˜…

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Ayo kita pergi dan memutuskan rencana perjalanan bersama anak-anak."

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"Ya, oke"

-Suyeong diam-diam meraih tangan Jihoon.

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"...Aku ingat saat pertama kali bertemu denganmu."

๋ฐ•์ˆ˜์˜ image

๋ฐ•์ˆ˜์˜

"...jangan diungkit lagi..."

Ji-hoon mencium bibir Soo-young dengan lembut,

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Kenapa? Apakah kamu malu?"