Kumpulan tulisan emosional dari para Pramuka.

Duniaku sendiri, duniamu sendiri

Aku hanyalah salah satu makhluk kecil yang hidup di bumi yang bulat dan kosong, tetapi terkadang aku meniup balon besar yang tidak sesuai dengan keberadaanku.

Aku meniup balon agar bisa terbang sebentar, tapi tak lama kemudian aku jatuh ke laut.

Air membasahi kulitku dan menekan tubuhku. Aku tak punya keinginan, tak punya kebutuhan. Aku hanya punya kemauan untuk bertahan hidup. Tanpa kemauan itu, nyala api yang membara, semuanya tak akan ada.

Namun ombak menyelimutiku seperti selimut es yang transparan, dan api yang telah menyelimuti tubuhku perlahan-lahan dilahap oleh ruang yang menyesakkan ini, dan akhirnya berubah menjadi abu dan mengapung di permukaan.

Aku pun hanyut terbawa arus. Lautan tak berujung. Itulah mengapa ia semakin menakjubkan. Keabadian itu indah, namun menakutkan. Keabadian adalah sesuatu yang pasti mengalir tanpa henti di suatu tempat. Keabadian melekat di pundak laut, menekannya. Sama seperti laut yang menekan diriku.

Pada akhirnya, kita semua sama, makhluk jahat yang ditinggalkan Tuhan dan dihukum. Pada akhirnya, kita semua sama.

Aku memeluk laut dengan getir. Sepertinya laut juga memelukku. Kami hanyut bersama, mengikuti aliran abadi. Suara air yang mengalir menuju keabadian sungguh indah, indah, indah.

❣Tolong lihat aku saat kau sedang mengalami masa sulit❣

<Tulisan Sentimental Anak Laki-Laki>. . . . . . Tulisan Sentimental Anak Laki-Laki