Kebetulan
Tidak menyenangkan


Anonymous
Hai y/n!

Aku dan Minnie sedang berjalan pulang sepulang sekolah ketika, terkejut, aku menoleh ke belakang dan mendengar suara memanggil namaku.


Lee
Hei, kamu meninggalkan kuas lukis favoritmu di kelas.


y/n
Terima kasih banyak. Aku hampir gila mencarinya sendiri.

Saya bersyukur menerima sikat dari Lee dan menatap Minnie yang kaku seperti batang kayu.


Seungmin
Terima kasih, bro. Sampai jumpa besok.

Lee mengangguk padanya dan memberikan senyum manis kepadaku sebelum melambaikan tangan pergi.


Seungmin
Aku sebenarnya tidak menyukainya. Sebagai pasanganmu maksudku.

Aku mengerutkan kening.


y/n
Kenapa? Dia orang baik, kamu juga tahu itu.


Seungmin
Ya, mungkin terlalu baik....


y/n
Apa maksudmu?

Aku tidak suka ke mana arahnya.


Seungmin
Kau dengar desas-desusnya. Dia bukan teman yang baik.


y/n
Ada apa di sini, Kim Seungmin?

Saat mendengar saya menyebut nama lengkapnya, dia menunduk melihat kakinya. Saya tidak bisa melihat ekspresinya.

Dia berhenti berjalan, dan aku pun ikut berhenti.


Seungmin
Aku cuma mau bilang, mungkin dia sebenarnya tidak sebaik itu. Dan lagi pula, kuas favorit? Kenapa aku tidak tahu soal itu?


y/n
Kamu bicara ngawur sekarang. Kita sudah mengenalnya bertahun-tahun, jangan bersikap kasar.


Seungmin
Oke! Saya mengerti.

Mendengar suaranya yang meninggi, aku sedikit tersentak. Aku benci percakapan di antara kami ini mengarah ke sesuatu yang buruk.


y/n
Aku ada beberapa barang yang harus kubeli dari toko. Aku mau pergi dulu.


Seungmin
y/n, saya-