Kesialan bulan Desember.

Pro. Kemalangan Bulan Desember

Aku juga menangis hari ini.

Hari ini pun, aku berdiri di jalan terakhir ini, sama seperti biasanya.

Saya selalu mencoba bunuh diri.

Semua orang yang sangat aku cintai,

24 Desember, 23:59.

Pukul 12:00 tengah malam tanggal 25 Desember.

Ketika saat itu tiba, semua orang akan mati.

Pada Natal bulan Desember itu, kutukan yang benar-benar mengerikan menimpa diriku.

Hari ini juga hujan.

Ini adalah kolumbarium dengan banyak pohon dan lampu jalan yang berkedip dan menyala.

Orang-orang yang saya cintai, keluarga saya, mereka semua sudah meninggal.

Setiap kali saya melihat foto-foto kenangan keluarga saya, air mata selalu mengalir.

Mengapa aku selalu harus melalui hal-hal seperti ini?

Bukankah seharusnya aku tetap hidup?

Mengapa aku dilahirkan untuk mengalami ini?

Dunia tempat aku hidup. Mengapa dunia begitu kejam padaku?

Mengapa kau mempersulitku?

Orang yang paling kubenci adalah...

Ayah tiri. Ayah tiri. Ayah tiri.

//Kenapa kau makan dan belajar sesuatu dari ibu dan ayah kandungmu sampai jadi seperti ini?!!! //Mati saja kau, jalang!!!!!// Ugh, tsk tsk

Aku bahkan tidak pulang ke rumah, apalagi mendengar semua makian itu.

Aku berharap ini semua hanyalah mimpi.

Jadi, aku lari keluar rumah.

Ketuk... ketuk ketuk... - ketuk ketuk... -

Lalu tetesan hujan jatuh di wajahku.

Gedebuk -

You image

You

Ah..,

Ketuk...gedebuk gedebuk gedebuk gedebuk gedebuk... -

Usir... - Usir... -

Aku tidak menyangka akan sesulit ini.

Aku benar-benar ingin mati.

Tepat saat aku hendak bangun tidur.

Siapa yang menggenggam tanganku?

Patah... -

Pasti dingin di sini, kenapa kamu kehujanan di sini?

11:35 PM

Pada jam selarut ini...