Takdir telah mempertemukan kita

di antara

Jimin: Hei Y/N! Bolehkah aku duduk di sebelahmu saat makan siang?

y/n: Tentu, Jimin

Sarah: Hai, kamu Y/N, gadis baru itu kan? Aku Sarah, senang bertemu denganmu.

y/n: Senang bertemu denganmu juga, hai!

Jimin: Ya, dia memang agak menyebalkan, jadi hati-hati ya.

Sarah: Oh, diamlah Jimin si kurcaci

Jimin: Aku kerdil?! Aku tidak sependek itu, oke!

Sarah: Ya, memangnya aku peduli.

y/n: Kalian berdua diam dan makan siang kalian, dan berhenti bertengkar seperti anak kecil.

Sarah dan Jimin: maaf

y/n:Lalu aku melihat sosok bayangan muncul di sampingku. Dia tampak tinggi. Dia mencondongkan tubuh ke dekatku dan berkata, "Bolehkah aku duduk di sebelahmu?" Aku melihat lebih dekat dan ternyata itu adalah v

v:bolehkah saya duduk di sebelah Anda?

y/n: Tentu... (Tiba-tiba aku merasa seperti ada kupu-kupu di perutku, Sarah menyadarkanku dengan berbisik ooooooo)

v: jadi y/n apa yang akan kamu lakukan besok

y/n: Aku tergagap dan hendak berbicara ketika Jimin menyela dan berkata

Jimin: Dia sedang bergaul denganku.

Sarah: Diamlah Jimin, oh tidak, dia bebas besok.

v:*tersenyum sinis* Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi ke suatu tempat

y/n: kamu yakin......

y/n: Jimin menatap Sarah dan aku dengan marah. Sarah balas menatapnya dengan tajam.