boneka

PRO_Anak-anak yang Mimpinya Telah Dirampas

Anak-anak yang menjadi korban keinginan sia-sia orang tua mereka, yang hanya menginginkan mereka sukses, dan yang mimpinya dirampas. Kami tidak lebih dari boneka bagi orang tua kami.

PRO_Anak-anak yang Mimpinya Telah Dirampas

Kim Jun-myeon (18 tahun) Terdaftar sebagai siswa terbaik di kelasnya di sebuah sekolah menengah bergengsi di Seoul. Ia menjabat sebagai ketua OSIS dan merupakan siswa teladan, sosok yang membuat iri orang-orang di sekitarnya. Ia kehilangan ayahnya dalam sebuah kecelakaan di usia muda dan tinggal bersama ibunya.

Oh Se-hoon (18 tahun) Ia dikenal sebagai aib sekolah bergengsi. Ia masuk sekolah melalui koneksi dan keluarga kaya, tetapi ia hanya menurunkan nilai rata-rata sekolah. Perilakunya yang selalu menyimpang membuatnya tidak disukai oleh para guru.

Kim Chung-ha (18 tahun) Ia bersekolah di SMA bergengsi yang sama dengan Jun-myeon, tetapi merupakan siswa biasa yang tidak tertarik pada bidang akademik. Namun, orang tuanya memaksanya untuk pindah ke sekolah ini, dan ia telah mengikuti bimbingan privat, meskipun bertentangan dengan keinginannya sendiri, untuk meningkatkan nilainya.

Kisah anak-anak yang dikorbankan demi keserakahan orang dewasa dimulai sekarang.