_Menulis Emosional di Pagi Hari_ /New.Emotional.Writing Returns 2/
28_ Mawar


28 _ Mawar

Tahukah Anda mengapa mawar merah berembun setiap pagi?

Itu karena aku meneteskan air mata.

Karena aku takut aku akan segera berubah menjadi mawar hitam yang gelap dan jahat.

Setiap fajar saat tak seorang pun melihatmu

Air mata jatuh setetes demi setetes.

...hanya

Bukankah kita memang seperti itu?

Sekuntum mawar cantik yang selalu meneteskan air mata karena tak ingin ditinggalkan, sekuntum mawar cantik yang akan segera menghilang.

Aku tidak ingin ditinggalkan oleh orang lain, jadi aku ingin tetap menjadi mawar merah yang penuh gairah.

Pada akhirnya, kita akan layu.

Bentuknya persis seperti bunga mawar.

Diinjak-injak, dicabik-cabik, dan dilukai oleh orang lain

Pada akhirnya, itu semua adalah benih.

Ini sangat mirip.

Itulah mengapa saya takut.

Aku pun bagaikan mawar yang mekar sesaat lalu layu.

Aku takut semuanya akan lenyap saat aku memejamkan mata.

Aku takut memejamkan mata.

Aku takut aku takkan pernah bisa bangkit, aku takut semua orang akan menatapku dengan tatapan dingin.

Hari ini pun, aku mengakhiri hari dengan air mata yang kuanggap sebagai embun.

R?O?S?E? Cahaya? Itu? Adalah? Gerakan? Indah? Itu? Akankah? Bertahan? Selamanya?

ROSE_End_