Wanitaku yang bereinkarnasi
#2 Ah..ah..tidak!!!


연여주
#Apakah kamu akan menjemputku hari ini juga?


박지민
#Hei, bolehkah aku berangkat jam 6?

연여주
#Ya, aku juga selesai lebih awal hari ini haha


박지민
#Kalau begitu saya akan pergi

연여주
#Ya, sampai jumpa nanti~

(Tiba-tiba)

연여주
Ini sulit, ini berat...

Waktu saat ini 5:50


박지민
Onje Ollanang


박지민
datang!


박지민
Hei, pahlawan wanita! Ini dia!

연여주
tertawa terbahak-bahak


박지민
Ayo pergi

연여주
Ya, haha


박지민
Apakah kamu mengalami kesulitan hari ini?

연여주
Hmm, sedikit?

연여주
Tidak apa-apa kok haha

(Sudut pandang Jimin)

Sebenarnya, aku sudah bersiap untuk menyatakan cintaku padamu hari ini, bahkan membawa cincin.

Aku menunggu saat yang tepat, sambil memegang cincin itu di satu tangan.

연여주
eh..?

연여주
Kucing-kucing dalam bahaya!!

Tokoh utama wanita itu langsung terjun tanpa berpikir panjang.

연여주
(Warak) Meong, jalan itu berbahaya.


박지민
Hah..?

Sebuah truk datang dari sana.

Aku berlari

Aku berlari kencang

Aku berlari...terisak...ugh...

Tokoh protagonis wanita... ..*menghela napas*...

Aku merasa pusing saat melihat itu

Yang kulihat di depan mataku adalah seekor kucing hidup yang digenggam erat dan mayat wanita yang sedang menggenggam kucing itu.

Saya merasa frustrasi

Astaga...


박지민
..hei..hei pahlawan wanita..hei pahlawan wanita!!


박지민
Tidak... Kubilang tidak... Itu tidak mungkin


박지민
Ah...Yeon Yeo-ju!!!!! Ahhh...ugh,..hiks...huh...ugh..

Wanita itu segera dibawa ke ruang operasi.

Saya kira tokoh utamanya sudah mati, tetapi dia bergumam kepada saya.

Sebenarnya, saya tidak bisa mendengarkan karena terlalu membuat frustrasi, membingungkan, dan rumit.

Seharusnya aku mendengarkan itu.

Itulah kata-kata terakhir sang tokoh utama wanita.

Aku menangis dan menangis

Bulan terbit dan bulan terbenam

Dari matahari terbit hingga matahari terbenam...