Mimpi Terliarku

Episode Sebelas

Sambil memegang sebuah bungkusan, aku berdiri di depan gedung, berpikir, Haruskah aku masuk ke dalam dan bertemu Kim Jongin? Entah kenapa, napasku terasa tidak teratur.

"Agassi, apakah kau di sini untuk mengantar?" tanya petugas keamanan yang sudah kukenal begitu melihatku. "Ya!" Aku tersenyum. "Katakan milik siapa ini, nanti aku kirim."

"Song Yun hee" Aku menoleh dan melihat Sehun Oppa melambaikan tangannya. Tidak seperti Kai, Sehun seperti saudara bagiku, dia orang yang baik dan murah hati.

Sehun image

Sehun

Aku merasa senang bertemu dengannya. "Ada apa kau kemari? Dan apa isi paket ini?" tanyanya dengan curiga sambil melihat paket yang kupegang.

Me

"Igeon? Ini sup. Appa menyuruhku mengantarkan ini." Aku tersenyum tulus. "Gomawo Yunheeya! Aku sudah lapar. Ayo masuk ke dalam," katanya sambil menepuk pundakku.

"Tidak, aku yang akan pergi." Aku merasa malu bertemu mereka karena alasan yang tidak diketahui. "Apa kau tidak merindukan kami?" desaknya sambil mengangkat alis yang membuatnya tampak lebih tampan.

"Ani, Geuleongeo aniya, Tentu saja, aku merindukanmu.." Lalu dia memotong pembicaraan, "Tidak ada alasan lagi. Kaja." Dia meraih pergelangan tanganku dan menarikku ke arah lift.

Dan yang bisa kulakukan hanyalah mengikuti Sehun.

Aku dan Sehun memasuki kamar apartemen mereka, yang tentu saja lebih besar dari rumahku. Apartemen itu juga memiliki desain interior yang indah dan bersih.

Di sofa besar dan empuk itu, ada Baekhyun yang dengan santai mengetuk-ngetuk ponselnya di samping, dan Kai ada di sana tertawa dan makan salad buah bersama seorang gadis.

Sehun image

Sehun

Aku merasa geli melihatnya. "Oh... hyung, kau juga di sini? Kukira kau di studio." Senyum di wajah Kai memudar ketika dia menyadari....

Sehun tidak sendirian. Aku menyesal datang ke sini dan merusak momen bahagianya. "Oppa, aku pergi dulu." Karena aku memang seperti ini, aku berbalik dan melangkah.

Tapi Sehun tidak melepaskan tanganku, dia malah mencengkeram pergelangan tanganku dengan erat sampai aku mulai merasakan sakit. Pikiran yang mengganggu membawaku ke sini, membuatku berpikir.

Aku sudah lama tidak melihatnya. Dia tidak muncul di restoran kami karena mungkin dia sedang bermasalah atau setidaknya sakit, tetapi dia ada di sana dalam keadaan sehat &

Menikmati kebersamaan. Kim Jongin memang seorang playboy. Dia selalu seperti itu dan tidak bisa diubah. Ini kesalahan saya sejak awal karena saya lupa.

Aku berlari ke sini untuk mengecek apakah dia baik-baik saja... sia-sia saja. Aku akui, aku bodoh.

●AKHIR EPISODE●