Ingatlah...selamanya...
(Saya yang membuat judulnya viral)



부여주
Ugh... kepalaku...


황은비
Pahlawan wanita! Apakah kamu baik-baik saja?


부여주
Eunbi~ㅠㅠ


황은비
Pahlawan wanita! Mengapa kau menangis...?


부여주
Eunbi... Kepalaku sakit sekali, rasanya mau pecah...


황은비
Pahlawan wanita... Aku sudah mengecek dan sepertinya ada kejadian buruk di masa lalu, kan?


부여주
Hah.....


황은비
Apakah kamu baru melupakan kenangan itu kemarin?


부여주
(Panas) Ugh... ya...


황은비
Itu karena aku tiba-tiba teringat akan kenangan buruk.

pada waktu itu


부승관
Hai pahlawan wanita ㅠㅠㅠ


부여주
Hah..? Oppa...?


부승관
(Wow) Yeojuㅠㅠㅠ


황은비
Eh... di sana... di sini...?


부승관
Astaga...kamu siapa?!


부여주
Teman... Aku belum melihat wajahmu...

Kalau begitu! Mari kita kembali ke kenangan buruk sang tokoh utama? Ayo!

어린 부여주
Ayah~hehe

여주아빠
Oh~ putriku yang cantik~^_^

여주아빠
Oke~ ayo kita lewati lampu lalu lintas^_^

어린 부여주
Ya!!

여주아빠
Angkat tanganmu juga^_^

어린 부여주
tertawa terbahak-bahak

Pada saat itu, sebuah truk datang dari kejauhan dengan kecepatan luar biasa dan menuju ke arah Yeoju.

Hampir sampai

여주아빠
Pahlawan Wanita!! (Dia mendorong Pahlawan Wanita dan ayahnya tertabrak truk)

어린 부여주
ayah....?

어린 부여주
Ah...ayah...euaaa...

여주아빠
Hei...kamu...harus...hidup dengan baik...kamu...harus...hidup dengan baik...kamu...harus...hidup dengan baik...kamu...harus...hidup dengan baik...kamu...harus...hidup...kamu...harus...hidup...

어린 부여주
ayah!!!!!!!!!

Itulah kata-kata terakhir ayahku.

Setelah itu, kepribadian tokoh protagonis wanita menjadi lebih pemalu dan murung.