Senior Yoongi, aku akan segera meninggal.
02. Senior Yoongi, aku akan segera meninggal.


???
Mengapa kamu menangis di sini, Nak?

Hah-

Aku berhenti terisak dan mendongak, tanganku gemetar.


김여주
Hah? Senior Yoongi??

Ha, kenapa kau datang lagi? Aku mencoba mengabaikan pikiran positifku dan berbicara dengan dingin.

Kalau tidak, aku takut Yoongi-senpai akan terluka.


김여주
Jangan khawatir soal aku menangis atau tidak, langsung saja turun dan ceritakan padaku.

Aku melihat ke luar dan melihat salju tipis turun, yang membuatku menangis lagi. Aku menyadari bahwa aku hanya punya waktu satu minggu lagi untuk hidup.


김여주
Salju... Salju turun. Salju pertama tahun ini.


민윤기
Ya, ini cantik. Seperti kamu.

Jantungku berdebar kencang tanpa henti, dan ketika aku melihat ke cermin, wajahku memerah.


김여주
Oh, Pak Senior, kebetulan sekali...


민윤기
Ya, ceritakan padaku


망할놈의 자까
Apa yang sebaiknya kutulis selanjutnya untuk fanfic ini? Ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan, tetapi tidak ada yang terasa tepat bagiku (Maaf, kembali ke cerita.)


김여주
Jika aku menghilang dalam semalam, apakah kamu masih akan memperlakukanku dengan baik seperti ini?

Air mata yang kukira sudah berhenti mengalir kembali menggenang dan pandanganku menjadi kabur.


민윤기
Fiuh—Tentu saja, aku jatuh cinta padamu begitu aku melihatmu?


김여주
Terima kasih, senior. Saya minta maaf soal tadi.

Saat aku menundukkan kepala dan air mata menggenang di mataku, sebuah tangan besar diletakkan di atas kepalaku.


민윤기
Putri, jika kau berkencan denganku, aku akan memaafkanmu. Bagaimana menurutmu?

Pada saat itu, seolah-olah itu sebuah kebohongan, mataku perlahan berhenti. Seolah-olah mereka menyemangati hubungan kita, dan pada akhirnya, aku.

Aku menjanjikan cinta yang tak bisa kutepati.


김여주
Ya, oke.