Rumah pantai (GotPink)
Episode Empat


Narrator
Mereka berdua berbaring di pasir, mengagumi bintang dan bulan di langit.


Bambam
Apakah kamu dan Jennie sudah berbicara?


Mark
Nah


Bambam
Selama dua tahun penuh? Kalian bahkan tidak pernah berkomunikasi lewat pesan singkat?


Mark
Oh, jadi kamu dan Lisa?


Bambam
Oh, apakah ada pertanyaan yang perlu dijawab? Haha


Bambam
Tapi bukankah kamu punya alasan yang lebih baik untuk berbicara dengannya? Karena kamu perlu tahu mengapa dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.


Bambam
Aku... akulah yang mengatakan bahwa jika kita meninggalkan tempat ini, kita akan memutuskan hubungan dan akan menjadi orang asing di luar sana.


Mark
Dasar bodoh, kenapa kau mengatakan itu?


Bambam
Aku bodoh, ya? Tapi aku juga tidak tahu. Kita membuat kesepakatan itu di bulan pertama kita di sini, haha.


Bambam
Tapi tunggu, aku bertanya padamu, dan kaulah yang terus bercerita padaku!


Mark
Aku tidak keberatan jika kamu berbicara.

Narrator
Dia mengangkat bahu meskipun sedang berbaring.


Mark
Tapi Bam, sekarang kita sudah bertemu lagi, apakah kamu akan berbicara dengannya?


Bambam
Entahlah, bukankah situasi itu tampak canggung?


Mark
Mengapa bisa begitu? Lagipula, kurasa Lisa sedang menunggumu.


Bambam
Apakah pembicaraan kembali berpusat pada saya?

Narrator
Dia merengek.


Bambam
Kamu, kapan kamu berencana berbicara dengan Jennie?


Mark
Tanyakan dulu apakah saya berencana untuk berbicara dengannya.


Bambam
Hanya ini saja haha


Bambam
Saya dengar kariernya di bidang fesyen berjalan dengan baik.


Mark
Ya, aku juga pernah mendengar itu, dengan Jae sebagai modelnya.


Bambam
Ohhhh


Bambam
oooOooohhhhh


Mark
Apa?


Bambam
Tidak apa-apa, hehe

Narrator
Bambam menyeringai.


Bambam
(Sekarang kurasa aku tahu kenapa mereka tidak berbicara setelah dua tahun)


Bambam
Ini nyamuk, aku mau pulang. Kamu?


Mark
Baiklah, saya datang lebih dulu.


Bambam
Oke, kamu akan segera sampai rumah, mungkin kamu bisa ngobrol dengan air di sana haha. Sayang kamu, bro.

Narrator
Dia bahkan memberi Mark ciuman terbang, tetapi pria itu hanya menghindarinya. Bambam berpura-pura tersinggung, yang membuat Mark sedikit tertawa.

Narrator
Bambam hanya tertawa melihat tingkahnya dan melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan.

Narrator
Saat berjalan pulang, dia melihat sesosok manusia tak jauh dari situ.


Bambam
(Dia mungkin bukan wanita kulit putih atau wanita kulit hitam, kan?)

Narrator
Itulah yang dipikirkannya, jadi dia berhenti sejenak. Tapi kemudian dia mengenali sosok wanita yang bersandar di pagar kayu itu.

Narrator
Kamu adalah Lisa.


Narrator
Dia sedang memandang langit dan merasakan hembusan angin sejuk yang membawa garam.


Narrator
Bambam ragu-ragu apakah akan mendekati gadis itu atau tidak. Namun, ia berpikir akan tidak sopan jika mengabaikannya.


Bambam
Mengapa kamu masih di luar?

Narrator
Lisa terkejut mendengar suara itu, dia bahkan tidak menoleh dan langsung tahu siapa pemilik suara itu.


Lisa
(Itu dia!)

Narrator
Dia menatap pria itu dan tersenyum padanya.


Lisa
Sekadar menghirup udara segar. Aku juga rindu aroma laut, yang kuhirup hanyalah udara kota haha.


Bambam
Memang benar, aku merindukannya.

Narrator
Dia menatapnya sejenak sebelum bersandar di pagar dan menatap langit. Tangannya gelisah, tidak tahu harus berkata apa.

Narrator
Sejenak mereka berdua terdiam, yang terdengar hanyalah suara samar laut dan angin yang berhembus dari pepohonan.

Narrator
Lisa hendak membuka mulutnya ketika Bambam berbicara.


Bambam
Kamu belum pulang juga?


Lisa
Oh iya, kamu sudah sampai rumah? Boleh aku ikut denganmu?


Bambam
Ya, kenapa tidak? haha

Narrator
Alexa, putar lagu Under the Sky

Narrator
Mereka tidak berbicara dalam perjalanan pulang. Hanya berjalan dalam keheningan.

Narrator
Setelah memasuki rumah, mereka langsung menuju kamar masing-masing. Namun, Yugyeom tentu saja terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Narrator
Yugyeom harus menginterogasi Bambam karena dia tukang gosip besar.