Anak laki-laki tanpa emosi dari kelas sebelah
๐Episode 25




์ด์งํ
" ... Tiba-tiba? "


๊ถ์์
"Ya... tiba-tiba"


์ด์งํ
"..."

Jihoon tetap bungkam.


๊ถ์์
"...Jujur saja, aku senang kamu sering meneleponku akhir-akhir ini."


๊ถ์์
"Aku sangat senang dan bersenang-senang"


๊ถ์์
" Namun.. "


๊ถ์์
"Akhir-akhir ini, hal-hal yang kau katakan saat masih muda... terus terlintas di benakku dan mengingatkanku pada masa itu..."


์ด์งํ
" .. ah "


์ด์งํ
"Waktu itu...maaf"


๊ถ์์
"Jadi... apa pendapatmu tentangku?"


์ด์งํ
"Eh?"


๊ถ์์
"Aku sungguh... dengan tulus"


๊ถ์์
"Aku sangat menyukaimu"


์ด์งํ
"...eh?"

Jihoon tak menyangka hal itu akan terjadi, sehingga ruangan itu bergetar hebat.


์ด์งํ
"Eh, tapi aku... eh..."


๊ถ์์
" .. tahu "


๊ถ์์
"Aku belum pernah merasakan emosi yang kau sukai"


์ด์งํ
" .. Kemudian.. "


๊ถ์์
"Aku tidak menginginkan jawaban"


๊ถ์์
"Asalkan kamu tidak membenciku"


์ด์งํ
"...Ya, aku tidak membencinya."



๊ถ์์
"Kalau begitu, aku puas dengan itu!! Haha"


์ด์งํ
"Ah... ya"



์ด์งํ
'...apakah tidak apa-apa...'




๊ถ์์
"Kamu mau makan apa?"


๊ถ์์
"Tepat waktu untuk camilan~"


์ด์งํ
"Hah?.. Um.. "


๊ถ์์
"...Jihoon?"


์ด์งํ
"Eh?"


๊ถ์์
"Ugh..~"


๊ถ์์
"Apakah Anda menyadarinya?"


์ด์งํ
"Hmm? Oh? Tidak, tidak apa-apa."


๊ถ์์
"Ah, benarkah?"


๊ถ์์
Jihoon... tidak bisa berbohong








(Hati-hati, hari ini sangat singkat)

๐ฎ๐ด