Kebohongan di Dalam Kepala Kita (TBC)
Mengapa Dia?2 (Kisah Heachan 2)


Udaranya segar, dedaunan beterbangan, burung-burung berkicau, tupai-tupai berlarian. Aku duduk di bangku sambil membaca buku.


You(teen
"Hei Heachan!" Aku berlari menghampiri temanku yang sedang duduk di bangku.


Hae(teen)
Aku mendongak menatap gadis yang memanggil namaku sambil tersenyum dan melambaikan tangan padanya. "Apakah ada kejadian mengejutkan di kelasmu hari ini?" tanyaku padanya.


You(teen
Aku duduk di sebelahnya. "Tidak ada apa-apa... Sama seperti biasanya. Kerja, kerja, kerja!" kataku dengan nada kesal.


Hae(teen)
Aku terkekeh saat dia terus bercerita tentang kelasnya.


You(teen
Aku bangkit dari bangku sambil membersihkan debu dari pakaianku. "Yah, sudah agak larut, sebaiknya kita mulai berjalan pulang."


Hae(teen)
"Apa kamu punya rencana besok?" tanyaku sambil berdiri.


You(teen
"Tidak juga," kataku sambil menatapnya. "Mengapa kau menanyakan itu?"


Hae(teen)
"Aku mau bertanya, apakah kamu mau pergi ke taman?"


You(teen
"Tentu! Tapi jam berapa?" kataku sambil tersenyum.


Hae(teen)
"Pukul 6:00 pagi"


You(teen
"Oke, sampai jumpa," kataku sambil berlari pulang.


05:05 AM

Hae(teen)
Aku terbangun karena suara alarmku. Aku mengulurkan tangan untuk meraih ponselku dan mematikan alarm.


Hae(teen)
Aku duduk dan meregangkan badan. Setelah meregangkan badan, aku bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.

.


Johnny
"Heachan!"


Hae(teen)
"Apa!?!"


Johnny
"Ayo sarapan *batuk*"


Hae(teen)
"Aku datang." Aku berlari ke bawah dan melihat teman sekamarku, Johnny, di sofa dengan tisu. Dia bersin dan batuk terus-menerus. "Kamu sakit, ya?"


Johnny
"Ya, tentu saja aku sakit! Kelihatannya seperti apa?!" teriakku padanya.


Hae(teen)
"Terserah," kataku sambil berjalan ke dapur dan mengambil piringku yang berisi waffle.


05:59 AM
Setelah selesai makan, saya membaca buku nonfiksi di ponsel saya.


Hae(teen)
"Johnny, seharusnya kau mengingatkanku!!" kataku sambil mengangkat kedua tangan. Aku bergegas ke pintu depan dan memakai sepatuku sambil mengambil buku. Aku pun pergi.

.

06:00 AM
MENABRAK!!


Hae(teen)
Aku mendengar suara ledakan besar. Aku bergegas ke tempat aku mendengar suara itu. Tiba-tiba aku berhenti di tempatku berdiri.


Aku berjalan menghampiri gadis yang terbaring di tanah. Aku menyamai tingginya sambil mulai gemetar. "Bangun! Deng! Bangunlah!" kataku.


Hae(teen)
"Bangun! Kumohon bangun!" Aku mengguncangnya lebih keras.

Ambulans datang dan bergegas menghampiri Heachan dan kamu. Mereka membawamu ke rumah sakit.

.

.

.