Kekuatan takdir
sehari bersama Jaeni



Jaehwan
*mengatur makanan*oh y/n, kau di sini.

y/n
*tersenyum* Tentu saja aku harus datang lebih awal.


Jaehwan
Oke...ayo, kita makan.


Jaehwan
Wow...tempat ini bagus sekali.

y/n
*menghirup udara* Ya, aku suka berjalan-jalan dan menghilangkan stres di sini.


Jaehwan
Mungkin aku harus sering datang ke sini *tersenyum sambil menutup mata*

y/n
*menatap wajahnya dengan senyum yang lebih lebar* Ya... mungkin kamu harus mencobanya. Aku sangat merekomendasikannya.

y/n
Oke, ayolah...


Jaehwan
*membuka matanya* Kita mau pergi ke mana?

y/n
Ikuti saja aku *menunjukkan senyum nakal*


Jaehwan
Apakah itu sepeda untuk dua orang?

y/n
ya


Jaehwan
ayo kita naiki

y/n
Oke... tapi kamu harus duduk di depan.


Jaehwan
Oke...kenapa?

y/n
karena aku....tidak bisa naik sepeda


Jaehwan
Apa?

y/n
Itulah mengapa saya meminta Anda untuk mengajari saya...


Jaehwan
Oke... tapi agar aku bisa mengajarimu, kamu harus duduk di depan...

y/n
Apa?


Jaehwan
Itu benar, ayolah

y/n
*menghela napas* Kuharap aku tidak jatuh

y/n
*naik sepeda*


Jaehwan
*naik sepeda*

y/n
Oke, apa yang harus saya lakukan sekarang?


Jaehwan
Anda mendayung, tetapi cobalah melakukannya dengan cepat agar seimbang.

y/n
Oke... *dayung*


Jaehwan
Kamu berhasil!

y/n
Saya?


Jaehwan
Ya...tanpa bantuanku...

y/n
Wow, itu lebih mudah dari yang kubayangkan.... *tiba-tiba sepeda jatuh* *teriak*

y/n
*mendarat di sebelah Jaehwan* Ya Tuhan, kau baik-baik saja?


Jaehwan
*tiba-tiba tersenyum dengan mata tertutup* aduh *tertawa* sakit sekali! *menutupi wajahnya dengan tangan sambil tersenyum lebar*

y/n
*tertawa* agh..ini sulit sekali *tertawa*

Tertawa bersama, membuat momen itu tak terlupakan.

y/n
Kenapa kita di sini...? Aku lelah...


Jaehwan
Sudah?...itulah sebabnya saya membeli makanan...

y/n
Makanan untuk apa?


Jaehwan
untuk memasak...

y/n
Apakah kamu bisa memasak?


Jaehwan
tentu saja bisa!

y/n
Serius! *menatap Jaehwan dengan ekspresi pura-pura terkejut lalu tertawa*


Jaehwan
Ya... serius! *menatapmu dengan ekspresi pura-pura terkejut juga*

kalian berdua tertawa


Jaehwan
Oke, kita sudah selesai..

y/n
Hore...ayo pergi! *berlari ke pintu keluar*


Jaehwan
*tersenyum sambil menggelengkan kepala*


Jaehwan
Makanannya sudah siap *kata dengan gembira*

y/n
Wow...baunya enak sekali *kata dengan ekspresi kagum*


Jaehwan
*berusaha bersikap keren tapi akhirnya tersipu*

y/n
*tersenyum* Saya hanya mengatakan baunya saja, itu tidak menjamin rasanya enak.


Jaehwan
*menunjukkan wajah sedih*

y/n
Ohh... lihat bayi kecil ini mau menangis, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja *tertawa*


Jaehwan
*tertawa*

y/n
*memakan hidangan itu* wah, enak sekali, kerja bagus oppa.


Jaehwan
*tersipu*

y/n
Lihatlah dirimu tersenyum seperti orang bodoh, apakah kamu sedang dalam suasana hati yang baik?


Jaehwan
*mengangguk* Aku sedang dalam suasana hati yang sangat baik.

y/n
Benarkah, dan mengapa demikian?


Jaehwan
*mendekat ke telingamu* karena seseorang yang kusuka memujiku

y/n
*tersipu* *tersenyum tipis dan merasa malu serta canggung*


Jaehwan
Oke...ayo makan.

y/n
*menatap Jaehwan* "Dia aneh sekali kadang-kadang, dia bertingkah seperti anak laki-laki yang imut lalu tiba-tiba menjadi jantan dan manis," *kata Y/n dalam hati.


Jaehwan
Apakah kamu tidak makan?

y/n
Hah...oh...ya *tertawa malu-malu*