"Siapa kau... sampai berani membentakku??"
"Siapa kau... sampai berani membentakku??"



김유지/18
Ugh...aku tidur nyenyak. (Aku akan mengubah ruang perawatan.)


김유지/18
Jam berapa sekarang?

07:35 AM

김유지/18
(Melihat jam di ponselku) Hmm... Aku bangun agak pagi...


김유지/18
Cuci dan pelajari


김유지/18
Benar sekali... Hari ini adalah hari aku pergi ke Gangjeon...


김유지/18
Aku tidak tahu... Aku hanya perlu bersiap-siap.

kuburan

sebagai

beberapa

Berapa banyak

Jam berapa?

Jam berapa?

Jam berapa sekarang?

berapa jam

Berapa jam?

Beberapa jam kemudian


김유지/18
Ugh...siap berangkat


김유지/18
Hmm... berapa menit lagi waktu yang tersisa?

08:15 AM

김유지/18
(Melihat jam) Hmm... Masih banyak waktu tersisa, jadi sebaiknya aku membangunkan anak-anak.

menetes

Tiba-tiba


김유지/18
Ebin! Bangun!!


김이빈/18
Eh... jam berapa sekarang?


김유지/18
Sekarang jam 8:15, bangun!!


김이빈/18
Uh...oke...


김유지/18
Bangunlah dengan cepat dan bersiaplah.


김이빈/18
Ya..

menetes

Tiba-tiba


김유지/18
Bangun!! Jimin!!!


박지민/18
Uh...oke


박지민/18
Tapi... jam berapa sekarang...


김유지/18
Sekarang jam 8:15, jadi bersiaplah dengan cepat.


박지민/18
Eh... jam berapa kita harus berangkat sekolah?


김유지/18
Sekarang jam 8:40, jadi cepat bangun!


박지민/18
Oke..


김유지/18
Bersiaplah dengan cepat dan keluarlah.


박지민/18
Ya..


김유지/18
Bangun...


김유지/18
Astaga... bangunlah... kau ada di sana


권순영/18/
Hah..!


김유지/18
Apa kabar? (Ekspresi kagum)


권순영/18/
Kenapa matamu jadi kabur sekali... Tidak apa-apa, tapi kenapa kau menatapku dengan ekspresi aneh seperti itu...


김유지/18
Tentu saja aneh karena kamu bangun pagi-pagi sekali.


김유지/18
Tahukah kamu betapa menakjubkannya bangun pagi ketika kamu bahkan tidak bisa bangun meskipun sudah berusaha bangun seperti itu?


권순영/18/
Aku tidak tahu... Aku belum pernah membangunkan siapa pun sebelumnya...


김유지/18
Oke, kalau kamu sudah siap, keluarlah.

....

Maaf semuanya, saya agak jarang mengunggah postingan akhir-akhir ini.

Sepertinya saya agak malas... jadi proses serialisasinya mungkin akan tertunda... Saya benar-benar minta maaf.