Namamu adalah vampir

Episode 14 Apakah Aku Lucu?!

Bam!

(Nayoung) Um...siapa?

(Jihoon) Naragu, aku~

Nayoung melempar bantal ke arah Jihoon dengan ekspresi kesal.

(Nayoung) Keluar...

(Jihoon) Hehe~ Aku datang ke sini untuk mengobrol sebentar, tapi ini sudah terlalu berlebihan....

(Nayoung) Jadi apa yang akan kau lakukan, dasar orang gila!

(Jihoon) Haha, hei, menurutmu aku lucu?

Jihoon mendekati Nayoung dan berbicara.

(Ji-hoon) Mendaki... itu hal kecil

Jihoon meletakkan tangannya di leher Nayoung, lalu mencekiknya.

(Nayoung) Ugh... Ugh, terengah-engah......

(Ji-hoon) Dengarkan baik-baik~ Jika kau memanjat sekali lagi, aku akan menginjak-injakmu sampai hancur~~

(Nayoung) Ugh... uh uh...

Jihoon diam-diam menarik tangannya dan pergi...

(Nayoung) Pria gila itu...

(Pengisi suara) Apakah kamu sudah bangun? Nayoung~~♥.♥

(Nayoung) Ya.....

(Daniel) Tapi ada apa dengan lehermu? Kelihatannya memar. Kemarilah, kita pergi ke suatu tempat.

(Nayoung) Aku penasaran di mana aku menabrak sesuatu... Biarkan saja.

(Daniel) Kenapa? Cepat kemari~~~~~?

(Nayoung) Ah, sudah selesai!!!!!!

Saat itu, Nayoung menjabat tangan Daniel dan berbicara dengan lantang.

(Daniel) Hei. Kebiasaan macam apa itu! Ikuti aku!!

Daniel meraih pergelangan tangan Nayoung dan menyeretnya masuk ke dalam ruangan.

Pada saat itu, ketika Jooyeon keluar dari ruangan, Seongwoo tergagap seolah-olah dia bingung.

(Pengisi suara) Uh..... Uh. Jooyeon, apa kau baik-baik saja?

(Utama) Ya... Tapi apa yang sedang terjadi?

(Minhyun) Bukan apa-apa. Makan saja...

(Jihoon) 'Haha, Kang Nayoung benar-benar idiot~ ^ㅜ^'

gedebuk

(Nayoung)...

(Daniel) Apa kau tidak mendengarku?

(Nayoung) Ah... tidak...

(Daniel) Sudah kubilang jangan sampai punya kebiasaan itu!!

(Nayoung)...ㅇ

Saat Nayoung hendak menjawab, Daniel menampar pipinya.

Batu Besi!

(Nayoung).......

(Daniel) Ha... Aku benar-benar tidak ingin memukulmu...

(Nayoung) Oh...isak tangis....

(Daniel) Apa yang kamu lakukan dengan benar sampai kamu menangis?!

(Daniel) Dan bagaimana lehermu bisa cedera?

(Daniel) Katakan padaku alasannya...

(Nayoung)........ Apa hubungannya denganmu, oppa...

gedebuk!

(Nayoung) Ah.....

Daniel mendorong Nayoung hingga terjatuh, seolah-olah dia sudah kehilangan akal sehatnya.

(Daniel) Ha... Aku benar-benar ingin melihat ini.

(Nayoung) Ah... Oppa, aku salah...

Bam.

(Minhyun) Kamu juga berhenti.....

(Daniel) Apa urusanmu?

(Minhyun) Nayoung mengatakan dia juga salah... Jadi tolong hentikan.

(Daniel) Jangan khawatir. Aku akan mengurusnya.

(Minhyun) Aku tidak tahu. Bahkan jika Nayoung meninggalkanmu...

Dengan kata-kata itu, Minhyun meninggalkan ruangan.

(Daniel) Masih belum bisa berkata apa-apa?

(Nayoung)......

(Daniel) Ini terakhir kalinya. Aku tak akan membiarkanmu melihatku lagi.

Daniel meninggalkan ruangan, mengambil sesuatu, dan memasukkannya ke tubuh Nayoung.

Yang disuntikkan Daniel ke tubuh Nayoung adalah obat bius.

Desir....

Saat mata Nayoung terpejam, Daniel memeluknya dan membawanya ke kamar, lalu membaringkannya.

(Daniel) Tolong beritahu aku suatu hari nanti...

Daniel mematikan lampu dan keluar.

(Minhyun) Daniel, tadi kamu terlalu kasar. Jadi, minta maaflah pada Nayoung nanti saat dia bangun.

(Pengisi suara) Benar sekali, Min-hyun. Sekasar apa pun kamu, kamu tidak seharusnya menggunakan kekerasan.

(Daniel) Oke... Aku minta maaf. Tidak apa-apa?

(Ji-hoon) Kurasa itu tidak akan berhasil...

(Daniel) Apa yang baru saja kau katakan?

(Ji-hoon) Aku tidak mengatakan apa-apa...

(Daniel) 'Bajingan itu'

(Pengisi suara) Wah wah..... Kalian berdua tenanglah....

(Daniel) Oh sial

Ugh...

(Daniel) Masih tidur...

Daniel duduk di tempat tidur dan menyentuh wajah Nayoung sambil berbicara.

(Daniel) Apakah aku terlalu kasar...?

(Nayoung) Uh... Siapa itu?

(Nayoung) Apa? Apakah itu Daniel?

(Daniel) Ya, itu aku. Tadi aku bersikap kasar... Maaf...

(Nayoung).... Tidak, yah, aku juga pernah melakukan kesalahan...

(Daniel) Maafkan aku... Seharusnya aku tidak memukulmu...

Nayoung memeluk Daniel seolah ingin menghiburnya.

(Nayoung) Akan kuceritakan suatu hari nanti. Beri aku waktu.

(Daniel) Sebanyak yang kamu mau...

Halo semuanya!

Ini adalah penulis ILOVEKANGDANIEL

Kita sudah mencapai lebih dari 1000! Hore~~

Terima kasih banyak

Saya juga sangat berterima kasih kepada mereka yang telah meninggalkan komentar.

Semoga Anda menikmati postingan ini, karena ditulis dengan penuh cinta untuk para pembaca. ♥.♥

Kali ini, saya akan bekerja keras untuk mencapai tantangan 2000 orang.