Meilleur ami ou petit ami

02

Hartono Uzumaki

|p
|p
atheis|
|bangke emang lo 
|temenin gue besok malming
hah kemana|
kalo mau ngemis gausa ajak - ajak|
|kurang ajar
|gini, lo jadi pacar boongan gue
WHUT?!|
R U KIDDING ME HARTONO?!|
|NGEGAS AE SI NYAI
|cuma buat pergi ke pesta mantan
 gue, udah gitu doang
heumm|
dapet apaan nih gue|
|lo mau apa aja ntar gue turutin
|asal jadi pacar boongan semalem
ok bagus|
tapi napa harus gue?|
|kan lo doang sahabat cewe dari orok,
 ya sekalipun lo gak cakep amat
bangskrrt|
oh gitu ok gausa jadi y|
|AMPUN AMPUN
|AERA JANGAN MUTUNG ELAH
|BECANDA GUE
read 

setelah membaca pesan dari Haruto, Aera melempar handphonenya ke sofa dan memilih untuk memasak karena Aera ditinggal sendirian dirumah. 

"Sekali putaran setengah putaran, bersihkan sel kulit mati dan kotoran," senandung Aera, gadis itu sibuk mengaduk bubur ayam yang dibuat dengan penuh cinta.

Aera mematikan kompornya dan beralih menuju ruang keluarga untuk menonton film. Namun ketika film sudah berjalan 30 menit, tiba - tiba ada orang yang menorobos masuk rumah.

"HI SAYANG," sapa Jeongwoo yang rupanya biang dari kerusuhan masuk rumah Aera tanpa permisi.

"AKHLAK LO DIMANA WOO?" bales Aera, Aera sendiri udah gedek punya temen modelan Jeongwoo yang minus banget akhlaknya.

Jeongwoo cuma cengengesan dan berjalan menghampiri Aera sembari menenteng tas kresek berisikan jajanan yang ia beli diminimarket komplek.

"Bau - baunya mau nyogok gue lo," selidik Aera, Aera tau karena ini adalah salah satu kebiasaan biadab Jeongwoo kalo lagi ada masalah terus butuh bantuan Aera, dia nyogok Aera pake jajanan karena tau gadis itu suka ngemil.

Jeongwoo menyenggol lengan Aera, "Tau aja nih ah jadi malu gue," Aera bergidik ngeri melihat tingkah Jeongwoo.

"Jadi kenapa lo? ketauan nyokap ngegame diwarnet lagi? atau ketauan nyolong mangga punya Pak Somat?" tanya Aera.

Jeongwoo menggeleng, "Kali nih beda, tadi gue kan minta duit ke bokap kaga dikasih yaudah gue iseng ambil tuh anak ayam peliharaan bokap, terus gue jual ke Bang Junedi dan duitnya buat gue ngegame diwarnet ehe," jelas Jeongwoo.

Aera menghela napas panjang, "Jeongwoo sini deketan deh," kata Aera. Jeongwoonya nurut aja sama perkataan Aera.

Jeongwoo mepetin duduknya ke Aera dan Aera langsung geplak punggung Jeongwoo, sedangkan si Jeongwoo mengaduh kesakitan.

"LO NAPA BEGO BANGET SIH WOO??" teriak Aera yang udah muak denger cerita dari Jeongwoo yang kelakuannya abnormal.

Jeongwoo mengelus punggungnya, tamparan dari Aera cukup keras untuk ukuran perempuan bahkan terkadang Jeongwoo ragu sama kelamin Aera, jangan - jangan dia laki.

"Jadi temenin gue cari Bang Junedi, bokap nyuruh balikin anak ayamnya," bujuk Jeongwoo ke Aera agar Aera mau menemaninya.

Aera mengacak rambutnya, "Terus cari Bang Junedi kemana? lo tau rumahnya gak?" tanya Aera.

Jeongwoo menggeleng, "Gue gak pernah tau Bang Junedi tinggal dimana, tadi kebetulan aja ketemu diwarnet," jawabnya.

"Yaudah tunggu disini, gue ganti baju dulu," ujar Aera dan Jeongwoo membalasnya dengan gerakan hormat.

Tak butuh waktu lama, Aera keluar menggunakan hoodie dan celana training serta sandal jepit yang selalu ia gunakan sehari - hari.

Jeongwoo berjalan keluar dari rumah Aera untuk menyiapkan motornya, dari jauh terlihat Yedam hendak mampir ke rumah Aera namun ia mengurungkan niatnya. 

"Gue ajakin kapan kapan aja deh," ujar Yedam dan berlalu pergi menuju rumah alumni yang kebetulan satu komplek dengan Aera.

Aera naik ke motor vespa kesayangan Jeongwoo, "Gatot jangan nakal ya," ucap Jeongwoo kepada motornya.

"Kita coba ke rumah Bang Bobby, dia kan satu kampus sama Bang Junedi," kata Jeongwoo sambil menyalakan mesin dan siap tancap gas.

Rumah Bobby cuma beda komplek sama Jeongwoo dan Aera, sebenernya bisa jalan kaki tapi mereka adalah kaum penganut magernisme.

"BANG IBOBBBB," teriak Jeongwoo dari luar pagar rumah Bobby. Memang terbukti akhlak Jeongwoo udah dimaling.

Sang pemilik rumah pun akhirnya keluar dengan pakaian yang seadanya dan rambut yang acak - acakan, mirip gembel tapi versi swagnya.

"APAAN," balas Bobby sambil sibuk menggali harta karun, siapa tau dapet berlian, alias ngupil.

Jeongwoo dan Aera berjalan masuk dan segera menjelaskan maksud dan tujuan mereka dateng ke rumahnya.

"Abang tau rumahnya Bang Junedi gak? gue kemarin jual anak ayam bokap ke dia, tapi sekarang bokap gue minta balikin ayamnya," jelas Jeongwoo.

Bobby mengangguk, "Emang napa dibalikin? pasti abis nyolong ye lo?" tanya Bobby. Dengan santainya Jeongwoo mengangguk dan sekali lagi laki - laki hitam manis itu mendapat tabokan yang kali ini dari Bobby.

"BANG SALAH GUE APAAN, NAPA DITABOK??" keluh Jeongwoo, si anak yang selalu kena sasaran bully sama orang sekitarnya. 

"Abisnya lo bego sih, durkamit itu namanya main nyolong ae, ya gak ra?" 

"IYOI BANGET BANG!" 

Jeongwoo mengerucutkan bibirnya, "Auah bete, kalian jahat sama aku hiks," ujar Jeongwoo dramatis.

Aera memutar bola matanya, "Lo ngambek gue gak jadi nemenin nih?!" ancam Aera.

"EH AMPUN MBAK E GAK JADI NGAMBEK,"

"Jadi dimana nih bang alamat Bang Junedi?" tanya Aera.

"Bentar gue tulisin," kata Bobby. Bobby kembali masuk ke rumah untuk mengambil kertas dan bolpoin.

Setelah dikasih tau alamat Bang Junedi, Jeongwoo dan Aera langsung tancap gas kerumahnya. Untungnya Bang Junedi belum keburu pergi, dan Jeongwoo beli lagi ayam yang tadi dia jual tapi kata Bang Junedi gak usah dibayar, ya seneng banget lah si Jeongwoo. Gratisan bro.

"Asikk! makasih ya bang sorry juga kita ganggu jam segini," kata Jeongwoo.

"Udah kelar kan nih? Bang Junedi kita pamit pulang ya, makasih," pamit Aera.

"Siap hati - hati dijalan dek, Jeongwoo lo kalo bawa motor gak usah ngebut lo bawa Aera," pesan Junedi.

"Lah gue gak dikhawatirin bang?" 

"Gak, lo kan cowo harusnya bisa jaga diri dan jagain nih temen cewek lo," ujar Bang Junedi.

Jeongwoo cemberut, "Iya - iya bang, emang kalo liat yang bening dikit bawaannya modusshhh, KABORRR" seru Jeongwoo sambil lari keluar sebelum dia diembat sepatu air jordan sama Junedi.

Don't forget to vote Treasure!💎

Histoires populaires auprès des fans de Bang Ye Dam