Meilleur ami ou petit ami

05

"Eh Ra, To, liat deh ini foto sama video lo udah gak ada diakun gosip sekolah," ucap Jeongwoo.

"Hah yang bener lo?!" 

Aera merebut handphone Jeongwoo tanpa permisi, Jeongwoo mau ngomel tapi keadaan tidak mendukung yang ada dia kena omel balik.

"Fiuh, lega banget gue kalo udah kelar," ujar Aera, kemudian menyender pada tembok kelas.

Haruto juga dapat bernafas lega setelah mendengar urusannya selesai, tapi dia masih penasaran kenapa tiba - tiba unggahannya dihapus.

"What's up, sorry tadi gue dipanggil sama Bu Mawar," Yedam datang menghampiri mereka setelah menyelesaikan urusannya.

"Dam lo tau, tiba - tiba video sama foto yang diupload ilang," terang Jeongwoo, dan diikuti anggukan Haruto.

Yedam melirik Aera yang terlihat lebih tenang dan tidak khawatir seperti awal tadi, laki - laki itu ikut bernafas lega.

"Oh ya? syukurlah kalo gitu, lo berdua jadi lega kan sekarang," ujar Yedam pura - pura kaget.

Aera mengangguk, dan tepat bel istirahat telah usai mereka harus kembali ke kelas masing - masing.

"Yaudah balik yuk Ra," ajak Yedam, Aera berjalan lebih dulu dan Yedam mengikutinya dari belakang.

"Bye guys!" pamit Yedam.

Selama dilorong Aera tampak melamun, bahkan Aera hampir menabrak pintu kelas lain jika Yedam tidak sigap untung menarik Aera.

Srett

Yedam menarik Aera ke sebelahnya, "Hey Ra, lo gapapa?" tanya Yedam.

"Hah? oh gapapa kok," Aera tersadar dari lamunannya, Yedam tau Aera pasti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Yakin? kalo ada apa - apa bisa cerita ke gue," 

"Seriusan gue gapapa Dam," Aera meyakinkan Yedam bahwa ia tidak apa - apa. Yedam mengangguk dan mengelus rambut Aera pelan.

Mereka lanjut berjalan menuju kelas yang rupanya sudah ada guru yang masuk, Pak Nagabonar tapi nama kerennya Pak GDragon.

"Permisi pak, maaf kami telat datang," ucap Yedam.

"Yaudah lain kali jangan diulang, silahkan duduk," 

Yedam dan Aera masuk kelas, untung saja mereka tidak terlalu terlambat jika iya maka mereka tidak akan berakhir dikelas mungkin disuruh membersihkan wc.

"Yedam ntar balik gue nebeng ya,"

Yedam menoleh, "Ah itu, sorry Ra gue gak bisa anterin lo g-gue masih ada urusan sama osis," sambil menggaruk tengkuknya.

Aera mengangguk, "Yaudah gapapa, ntar gue nebeng Jeongwoo aja,"

"Argh sial, padahal ini kesempatan gue," —batin Yedam.

Yedam mengacak - acak rambutnya kasar, Aera sedikit heran dengan perubahan sikap Yedam setelah tadi menyelesaikan urusan dengan Bu Mawar.

"Oiya tadi lo ngapain kok dipanggil Bu Mawar?"

"Anu, itu tadi gue disuruh—,"

"Disuruh apa?"

"Disuruh bantu bimbing anak OSIS, terutama ketosnya. Gue kan mantan ketos," jelas Yedam akhirnya karena bingung harus menjawab apa.

"Yakin itu aja?" Aera menaikkan alisnya.

Yedam menelan ludah, dia tidak berani berbohong kepada Aera tapi ini harus jika tidak ingin hal buruk terjadi pada Aera.

Yedam mengangguk, "Eh itu Pak GD udah kasih tugas, buruan dikerjain," kemudian mengalihkan pembicaraan.

Aera menatap heran tingkah Yedam padanya, hingga tak sadar bel pulang sekolah berbunyi.

Aera berjalan menuju kelas Jeongwoo untuk meminta tebengan, disepanjang lorong Aera diperhatikan semenjak kejadian dipesta malam kemarin.

"Haruto mau sama modelan begini?"

"Pasti yang cewe yang godain duluan,"

Kuping Aera berasa dibisikin setan, panas banget rasanya dengerin ocehan dari para shipper Haruto dan Wonyoung.

Aera rasanya mau pose sambil teriak, "IRI BILANG BOSSS," tapi yakali begitu tampang Aera mau taro dimana.

"Oit ngelamun ae lo," sapa Doyoung, temen satu ekskul basket.

Aera sedikit terperanjat, hampir aja Aera mau nabok karena dikirain itu Jeongwoo atau Haruto. 

"Doy, lo kalo masih mau punya temen cakep kayak gue jangan ngagetin seenak jidat," Aera tersenyum lebar dan menepuk pundak Doyoung.

Doyoung nyengir aja dibilangin gitu, "Lo nungguin pacar lo ya? katanya lo jadian sama si cowo jejepangan itu?" 

"Bentar, maksud lo Haruto? Yakali engga lah itu cuma akal akalan Haruto biar gak dikejar mantannya,"

"Ohh gitu, bagus deh," ujar Doyoung pelan dan hampir tidak bersuara, tapi Aera dapat menotisnya.

"Lo barusan ngomong apa?" 

"Gak, tadi gue cuma bilang ohh gitu," 

Aera mengangguk, "Duluan yaa," dan beralih menghampiri Jeongwoo karena kelas ips akhirnya selesai jam pelajarannya.

"Jeongwooooo-yaa," Aera berjalan menuju meja Jeongwoo dan Haruto.

Jeongwoo melirik Aera, "Apaan manggil gue begitu, pasti ada mau kan lo," 

Aera memamerkan deretan giginya, "Aw tau aja lo, gue boleh nebeng yak," 

"Lah biasanya lo sama si Yedam kan?"

"Iya, cuman katanya dia lagi sibuk bantuin anak osis disuruh Bu Mawar," 

Jeongwoo menaikkan alisnya, "Tumben banget dah, yaudah yok tapi mampir ke mcd dulu mau beli mcflurry,"

Aera mengacungkan jempolnya, sedang Jeongwoo membereskan bukunya untuk dimasukan ke dalam tas.

"Lo pulang kapan To?" 

Haruto menoleh, anak itu sedari tadi sibuk bermain dengan pubg. Bahkan tak menyadari kehadiran Aera.

"Gue ntar abis nyelesein ini," jawab Haruto dan kembali berkutat dengan mobile phonenya.

Jeongwoo dan Aera berjalan beriringan menuju parkiran, si Gatot motor kesayangan Jeongwoo terparkir dengan rapi diujung dekat gerbang.

Jeongwoo menyalakan mesin motornya, "Nih pake helm, untung gue selalu bawa cadangan,"

Aera menerimanya dan memakainya dikepala mungilnya sembari melihat sekitar. Tak sengaja Aera melihat pemandangan yang membuatnya kecewa hari ini.

Yedam berbicara dengan seorang gadis yang pernah menuduhnya dimalam pesta kemarin. Dan pandangan mereka berdua bertemu, namun Aera memilih untuk mengalihkan pandangannya.

"Woo, ayo cepetan pergi dari sini," 

"Iya bentar mbak e aduh, Gatot ayo jangan nakal atuhla," ujar Jeongwoo sembari menepuk pelan motornya.

"Nah nyala juga kan, yok gas naik Ra,"

Aera naik ke vespa Jeongwoo dan Jeongwoo menjalankan motornya menuju mcd dekat rumah mereka.

Disisi lain, Yedam yang tak sengaja bertatapan dengan Aera hendak mengejarnya. Namun ditahan oleh gadis yang telah menuduh Aera.

"Ngapain lo kejar? Lo udah janji sama gue ya Dam," gadis itu memberi peringatan.

Yedam menendang batu ditaman sekolah, "Ya lo gila apa, dia jadi salah paham sama gue," 

Gadis itu melipat kedua tangan didada, "Gue kasih pilihan. Kalo lo kejar, gue sebar. Kalo lo stay, gue bakal hapus," 

Yedam mengusak rambutnya kasar, bingung harus memilih yang mana tapi dengan terpaksa Yedam mengikuti pilihan pertama dari gadis itu.

Yedam kembali duduk disebelahnya, "Puas lo Sooyeon? awas lo berani nyakitin Aera,"

Sooyeon, gadis itu tersenyum puas. "Good boy, selagi lo nurut sama gue, Aera bakal fine - fine aja,"

%%%

Jeongwoo dan Aera sampai di mcd, sebenarnya Aera ingin segera pulang tapi ia tidak enak dengan Jeongwoo.

"Yok masuk," ajak Jeongwoo.

Mereka memesan mcflurry, tepatnya hanya Jeongwoo yang beli. Aera sedang tidak dalam mood yang baik.

"Lo kenapa gak beli juga?" tanya Jeongwoo setelah mereka mendapat tempat duduk.

Aera menggeleng, "Gapapa lagi gak pengen aja,"

"Yakin? oiya lo tadi minta buru - buru ada apa sih? dikejar setan apa gimana?" 

"Ya gak mungkin gue dikejar setan kalo gue lagi sama lo,"

"Maksutnya?"

"Lo kan sodaraan sama setan, ya mana berani mereka ganggu gue," 

Jeongwoo cemberut, "Auah Ra, kena bully mulu gue sama lo," 

Aera tertawa, sejenak kekecewaannya menghilang tergantikan oleh ekspresi wajah Jeongwoo yang mood banget buat diketawain.

"Eh itu mcflurry lo, ambil sana," kata Aera.

"Oke bentar gue kesana dulu,"

Setelah mengambil mcflurrynya, Jeongwoo duduk kembali dimeja mereka. 

"Woo, ntar pergi dulu yuk kemana gitu gue lagi males dirumah," ajak Aera. Ia pikir lebih baik untuk mencari udara segar ketimbang memikirkan perihal Yedam dengan gadis tadi.

Jeongwoo yang sedang menikmati eskrimnya mengangguk setelah mendengar ajakan Aera. Dan mereka pun memutuskan untuk berkeliling kota, tentu bersama dengan vespa kesayangan Jeongwoo.

Don't forget to vote Treasure! 💎

Histoires populaires auprès des fans de Bang Ye Dam