Oh (C'est)elle !
Après l'école


Di suatu siang pada musim gugur, seorang gadis berjalan sendirian selepas pulang sekolah.

Lalu, ia melihat seorang lelaki berseragam sama dengannya berjalan pelan. Ia pun berlari untuk menyejajarinya.


Haebin
"Kau sendirian saja?" sapanya pelan agar tidak mengagetkan orang di sebelahnya.


Minho
"Oh, annyeong. Nde, aku sendirian," jawabnya sedikit membungkukkan badan.


Haebin
"Kau sopan sekali. Kita 'kan tetangga, mau pulang bersama?" tawar si gadis padanya.


Minho
"Aniyo. Aku akan pergi les. Aku akan belok di gang depan." Ekspresinya terlihat canggung setengah malu.


Jonghyun
"Rambut Singaaa! Tungguuu!" Rupanya sang cassanova datang entah dari mana.


Minho
"Nuna, aku duluan. Annyeonghi gyeseoyo." Laki-laki yang ternyata lebih muda dari si gadis berbelok ke gang di depan seperti perkataannya.


Jonghyun
"Siapa–hah–dia? hah... Kau punya teman baru lagi?" ucap sang cassanova pada gadis yang ia juluki 'Rambut Singa'.


Haebin
"Ambil napas dulu. Nih minum." Gadis berambut singa itu menyodorkan sebotol air mineral yang ia ambil dari tasnya.


Jonghyun
"Jadi, dia siapa?" Ia membuka percakapan kembali setelah memasuki gang sempit yang biasa dijadikan jalan pintas.


Haebin
"Kau tahu Choi Ahjussi yang punya toko kelontong di dekat rumahku? Di persimpangan jalan?" tanya si gadis balik.


Jonghyun
"Majda. Pantas aku merasa tidak asing," sontak lelaki bermata puppy itu.


Haebin
"Dia tampan, 'kan? Pasti banyak sekali agensi yang menawarinya untuk menjadi idola," gumam si gadis sendirian.


Jonghyun
"Apa? Lalu, aku bagaimana?" tanya si lelaki terdengar tak ingin kalah.


Haebin
"Bagaimana apanya? Cham, tadi kenapa kau berlarian seperti dikejar setan?" tanya si gadis tak menggubris kegusaran lelaki di sebelahnya.


Jonghyun
"Biasa. Hanya penggemarku saja." Intonasi si lelaki merendah seolah tidak tertarik dengan arah pembicaraan.


Haebin
"Apa kau tidak lelah? Lebih baik pacari saja satu. Biarkan mereka sesekali patah hati."


Jonghyun
"Omo. Aku tidak tahu kalau kau ternyata jahat juga."


Haebin
"Ya sudah kalau tidak mau. Kau sendiri juga yang repot." Si gadis berjalan lebih cepat meninggalkan si lelaki yang bersandar di tembok.


Jonghyun
"Kalau begitu kau yang jadi pacarku," teriak si lelaki kemudian merangkul bahu si gadis.


Haebin
"Tidak lucu tahu. Aku duluan ya, Oppa." Si gadis kali ini berlari cepat meninggalkan si lelaki lagi.

Musim gugur tahun itu pun berlalu dengan cepat.