Drama
"Kita cuma figuran sih."
Itulah satu-satunya kalimat yang selalu terucap di bibirku. Di dunia ini, di mana satu-satunya karakter selalu adalah anggota kelompok 1 dan 2 yang lewat, tidak ada yang bisa kulakukan.
Entah virus zombie menyebar, dunia berakhir, atau sang pahlawan wanita dikelilingi oleh laki-laki—apa pun itu. Semuanya tidak berguna dalam kalimat orang pertama yang diakhiri dengan "kita cuma figuran sih."
Setidaknya mati dengan tenang akan melegakan.
Hhh.