Teman-teman yang baru?

Halaman 1

Dia duduk berhadapan denganmu, dan tak bisa menahan diri untuk sesekali melirikmu. Kau begitu cantik. Dan setiap kali mata kita bertemu, dan kau memberinya senyum malu-malu itu, jantungnya berdebar kencang.

Malam ini kami duduk di luar sebuah warung yang berada tepat di seberang rumahmu. Aroma makanan gorengan sangat menggugah selera dan meninggalkan kehangatan yang abadi. Hal yang sama dapat dikatakan untuk setiap hal kecil yang kau lakukan, yang membuat pikirannya berputar-putar dan merasa tenang sekaligus.

Kami membicarakan hal-hal sederhana, seperti apa yang terjadi sepanjang hari, dan segala hal lainnya. Itu menyenangkan, dan dia tidak ingin malam itu berakhir.

Sayangnya, semua hal baik pasti akan berakhir, dan tak lama lagi tiba waktunya bagi kami untuk pulang.

"Sampai jumpa nanti!" Kau tersenyum hangat padanya dan melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal saat memasuki pintu depan rumahmu.

☽︎

Setelah memasuki apartemennya, ia melepas sepatunya dan mengenakan sandal yang ada di depan pintu. Ia melemparkan kunci ke meja samping dan masuk ke ruang tamu.

Sambil merebahkan diri di sofa, dia mengambil remote dan menyalakan TV. Dia membolak-balik saluran sampai berhenti pada sebuah program yang tidak bermutu. Program itu sebagian besar hanya sebagai pengisi suara latar.

Pikirannya terlalu dipenuhi olehmu, dan dia bertanya-tanya kapan dia akan mengakui perasaannya padamu. Sudah 10 tahun sejak pertemuan pertama kita, dan baginya, itu adalah cinta pada pandangan pertama; sesuatu yang belum pernah dia percayai sampai saat itu.

Sejak saat itu, dia selalu ingin menjadi lebih dari sekadar teman, meskipun dia bersyukur bisa berada di sisimu sebagai seorang teman.

Dia berdiri dan mulai menyiapkan makan malam.

Setelah menghabiskan makanannya, dia mandi sebelum tidur. Dia membuka media sosialnya dan melihat ada pesan dari Y/N.

Ya/Tidak:

Hei, aku bersenang-senang hari ini.

Kita Harus Melakukannya Lagi

Sebentar Lagi Itu Akan

Kali ini aku yang traktir.

Myungjun:

Aku juga bersenang-senang.

Saya bebas kapan saja.

Untukmu😉

Ya/Tidak:

Jangan bercanda!

Aku mau tidur

Sekarang saya akan memberikan kuliah.

Besok pagi

Selamat malam Junnie! 😚

Myungjun:

Oke, selamat malam Y/N!

MJ sekali lagi tersenyum riang, lalu meletakkan ponselnya di meja samping tempat tidur.

Dia memejamkan mata dan bertanya-tanya, akankah kita pernah menjadi lebih dari sekadar teman?

Cerita populer di kalangan penggemar MJ