1 4 3

bibir

Dan.............
Aku mencium bibirnya dengan ganas.
Y/n: *berpikir* Astaga! Aku menciumnya, tapi kenapa....
Namun yang mengejutkan, dia mulai menggerakkan bibirnya.
Kami terus berciuman, dia menarikku berdiri dan menempatkanku di bangku.
Kami menghentikan ciuman kami karena kehabisan napas.
Felix: Y/n, kau sangat seksi, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri.
Sudut Pandang Penulis
Ngomong-ngomong, ini pakaian Y/n:
photo
Y/n: Jadi, siapa yang menyuruhmu untuk mengendalikan?
Felix membawa Y/n dan memberitahunya
Felix: Y/n, maukah kau menjadi pacarku? Aku tahu kita baru bertemu hari ini, tapi....
Y/n: Tentu saja, kenapa tidak.
Seperti yang Y/n katakan, Felix memeluknya erat tanpa ragu, dan Y/n membalas pelukan Felix.
Felix: Ayo pulang sekarang, nanti kamu basah kuyup karena hujan.
Y/n tersenyum
Felix melihat jam, Felix tiba-tiba melihat sebuah siklus.
Felix: Hei bro, bolehkah aku mengambil siklus ini?
Tidak dikenal: Oke.
Felix mengambil sepeda dan menyuruh Y/n untuk duduk di belakangnya.
Saat Y/n duduk, Felix mengantarnya pulang.
Berikutnya.....