Sebuah cerita pendek yang hanya terdiri dari delusi saya

Hogwarts

photo

Tokoh utama memasuki Hogwarts bersama teman-temannya. Terpilih masuk Slytherin alih-alih Gryffindor membawa perubahan baru dalam kehidupan sekolahnya. Pada hari pertamanya di Hogwarts, ia selalu berharap dapat mengharumkan nama Asrama Slytherin, tetapi hasilnya di luar dugaan. Awalnya bingung, ia bertekad untuk merangkul semua kualitas dan pesona Slytherin.

Kehidupan di Asrama Slytherin pada awalnya tampak menarik.
Dia dengan cepat berteman dengan Draco Malfoy dan kelompoknya.
Draco dan teman-temannya menyambutnya,
Dia memposisikan dirinya sebagai anggota kelompok khusus mereka sendiri.
Namun seiring hubungan mereka semakin dekat, dia menyadari perilakunya semakin negatif.

Pada awalnya, dia hanya mengungkapkan pendapatnya dengan lantang.
Meskipun ia ingin, ia lamb gradually gagal menyadari bahwa tindakannya menyakiti orang lain. Dengan mempertahankan sikap kritis dan sinis, ia secara bertahap mengurangi interaksinya dengan siswa lain. Seiring waktu, sikap ini bahkan membuatnya tidak disukai oleh Draco dan kelompoknya.

Awalnya, mereka semua memahami perubahannya dan mendukungnya, tetapi seiring berlanjutnya perilaku negatifnya, Draco dan kelompoknya mulai menjauhinya. Terlepas dari upayanya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dan cita-cita asramanya, posisinya di antara mereka menjadi semakin genting. Seiring memburuknya hubungannya dengan Draco, ia semakin terasing dari siswa-siswa lain di Asrama Slytherin.

Seiring kehidupan di Asrama Slytherin menjadi semakin sulit, ia merindukan untuk kembali kepada teman-teman dekatnya di Gryffindor. Kenangan hangat mereka memberinya penghiburan yang besar. Namun, teman-teman Gryffindor-nya kesulitan menerimanya karena perubahan penampilannya dan perilakunya di masa lalu. Mereka berharap ia akan kembali berhubungan dengan mereka, tetapi hati mereka sudah menjadi dingin.

Pada akhirnya, ia harus berjuang sendirian untuk menemukan tempatnya di Hogwarts. Ia merenungkan secara mendalam kesalahan yang telah dilakukannya dan berjuang untuk membangun kembali hubungan dengan orang-orang baru, tetapi prosesnya tidak mudah. ​​Kesalahan masa lalu dan luka yang diakibatkannya terus menghantui dirinya, menyebabkan ia mengalami konflik batin yang lebih besar.

Seiring waktu, ia tumbuh dari pengalamannya dan mulai menjelajahi jalan untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Perjalanannya di Hogwarts mengajarkan banyak pelajaran kepadanya, yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih dewasa.