Sahabat atau Pacar

03

"Gue pake baju apa ya, biar keliatan keren depan mantan," monolog Haruto sembari mencoba beberapa baju dan memadu madankan didepan kaca.

"Gue tanya Aera aja kali ya, telfon ah," kata Haruto, dia pun menelpon sahabat yang merangkap menjadi pacar boongan buat ke pesta mantannya malam nanti.

"apaan??" 

"santai atuh nyai,"

"gue lagi maskeran ini, ganggu aja lo,"

"mau date sama gue, jadi maskeran ya," 

"idihh pede cakep kali lo,"

Haruto tertawa mendengar balasan dari Aera.

"bantuin gue pilih baju dong,"

"buat ntar malem??"

"iyaa, sini ke rumah guee cepeett,"

"anjir berasa babu gue, awas aja lo ya,"

"cepetan dayang, pangeran menunggu,"

"najiss, iye bawel otw nih,"

pipppp—sambungan dimatikan, Haruto pun senang karena Aera mau membantunya memilih baju.

Disisi lain, Aera yang sebenarnya masih maskeran harus merelakan waktu rebahannya untuk jalan ke rumah Haruto dan untungnya rumah mereka berdekatan.

Tok tok tok 

Pintu rumah berlapis emas rumah Haruto pun terbuka dan menampakan Hanbin yang membukakan pintu.

Hanbin terperanjat karena melihat Aera masih menggunakan sheetmask, "Anjir gue kira setan dek," ucap Hanbin sambil mengelus dada, hampir jantungan.

Aera nyengir, "Tadi gue masih maskeran bang, eh si Haruto nyuruh kesini yaudah begini," jelas Aera dan dibalas anggukan oleh Hanbin.

"Yaudah langsung naik aja," ucap Hanbin, abangnya Haruto yang sesama turunan serbuk berlian.

"Okesiap! makasih ya bang," 

Aera masuk dan melihat kamar Haruto berantakan karena lelaki itu sibuk mencari pakaian yang sesuai baginya. Diam - diam Aera mengendap pelan dari belakang Haruto dan berencana untuk menganggetkannya.

"DORRR," teriak Aera.

"SIALAN GUE KIRA SETANN," teriak Haruto dan melempar bajunya ke arah Aera.

Aera tertawa puas melihat rencananya berhasil, sedangkan Haruto menjadi kesal karena ulah Aera yang terkadang suka usil.

"Bantu gue pilihin baju nih nyai," 

Aera membuka lemari Haruto dan melihat sekelilingnya, mencari baju yang dapat membuatnya tertarik. 

"Ah baju lo jelek semua To," kata Aera sambil mengobrak abrik isi lemari.

"Enak aja, nih baju harganya lebih tinggi dari tinggi badan lo ya,"

Aera melirik tajam dan membuat Haruto bergidik ngeri, "Ampun nyai becanda," kata Haruto segera sebelum Aera meledak.

Aera melanjutkan aktivitasnya, sedang Haruto melemparkan badannya diatas kasur sembari memperhatikan Aera yang sibuk memilihkan baju untuknya.

"Jadi gini rasanya dipilihin baju sama istri," —batin Haruto.

Haruto menggelengkan kepala, "Anjir," umpatnya.

"Coba nih," Aera menyodorkan Haruto sepasang jas berwarna hitam, Haruto menerimanya dan mencobanya.

Haruto hendak melepas bajunya didepan Aera, "HEHH NGADI - NGADI, DIKAMAR MANDI SANA," teriak Aera panik.

Haruto tertawa, "Dulu pas kecil aja kita suka mandi bareng gak inget lo?" goda Haruto.

"YA ITU KAN PAS KECIL, SEKARANG KITA UDAH GEDE RUTOO," 

"Yakan sama aja ah," Haruto yang hendak melanjutkan melepas bajunya terhenti karena Aera buru - buru mendorongnya ke kamar mandi.

Aera menutup pintunya, "Cepet gue tunggu,"
sembari menunggu Haruto, Aera melepaskan sheetmask yang masih terpasang sedari tadi.

Dan tak butuh waktu lama Haruto keluar dengan pakaiannya, Aera bertepuk tangan bangga ternyata pilihan pertamanya tepat.

"Nahkan pilihan pertama gue selalu keren," ujar Aera bangga.

Haruto melihat penampilannya dikaca, "Hm not bad lah ya, tetep ganteng seperti biasa,"

Aera pura - pura muntah, "Ngomong gitu lagi gue bisa muntah pelangi,"

"Karena urusan gue udah kelar gue balik, udah sore nih harus nyiapin juga gue,"

Haruto mengangguk, "Makasih sayangku, nanti aku jemput jam 9 malem ya," 

Aera bergidik ngeri, "Gausah gitu geli gue anjir," 

"Latian biar keliatan natural nanti pacarannya," 

Aera memutar bola matanya, "Ya terserah lo dah Hartono Uzumaki," sambil berjalan menuju pintu keluar.

%%%

Setelah mandi, Aera mulai fitting dress yang akan ia gunakan untuk ke acara ultah mantan Haruto nanti malam.

Sejujurnya Aera tidak terlalu suka menggunakan pakaian yang terlalu feminim, seperti dress atau rok, ia lebih menyukai celana jeans dan hoodienya.

"Wush kakak kesambet apa pake dress?" celetuk adik laki - lakinya, Junghwan yang kebetulan melewati kamar Aera.

Aera melirik, "Ini gue mau nemenin Haruto ke acara ultah temennya. Bantuin gue dek milih dressnya," ucap Aera.

"Tapi nanti pulang beliin gue Mcflurry ya kak," 

Aera mengacungkan jempol, "Gampang. Nih menurut lo bagus dress warna pink atau biru?"

Junghwan tampak berpikir sebentar lalu menunjuk dress pink flower yang menurutnya sesuai untuk kakaknya.

"Yang ini ya? oke deh makasih Juju," ucap Aera dengan mencubit pipi adiknya yang tembam.

Tok tok tok 

Suara ketukan pintu dilantai bawah terdengar sampai lantai atas, dan bunda Aera yang membukakan pintu.

"Aeraa, Haruto udah dateng nak," teriak bundanya dari lantai bawah dan Aera pun turun setelah menyelesaikan make upnya.

Haruto tampak terpaku melihat Aera menggunakan dress, "Cantik," ucap Haruto tanpa sadar.

"Hah lo ngomong apa?"

Haruto tersadar dari lamunannya, "Cantik, lo keliatan cantik pake dress gini," 

Aera blushing, "Yaelah bisaan lo, lo juga keren pake jas pilihan gue," 

Haruto menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sempat tersipu karena dibilang keren sama Aera.

Dan ini yang mereka pake buat ke pesta,

photo

Haruto

photo

Aera

"Kita langsung berangkat aja yuk pacar," ajak Haruto.

Aera berlari kecil ke arah bundanya yang sibuk memasak didapur untuk berpamitan.

"Bun, kakak sama Haruto pergi dulu ya," 

"Iya hati - hati, Ruto tolong jagain Aera ya," ucap bunda yang sedikit berteriak.

"Siap bundaaa," balas Haruto.

Mereka pun berangkat menuju Hotel Permata yang akan menjadi tempat acara yang mereka datangi dan tentunya mereka pergi kesana bersama sopir pribadi keluarga Haruto.

"Den, ini tujuannya ke Hotel Permata ya?" ucap Pak Bambang memastikan selaku sopir pribadi Haruto.

"Iya pak," balas Haruto.

Pak Bambang pun mengangguk dan menyalakan mesin mobilnya, mereka pun berangkat tepat pukul setengah 9 malam.

"Sayang, kamu kenapa makin cantik aja tiap hari hm?" ujar Haruto sembari menyibak rambutnya ke belakang.

Aera mendelik, "Geli ah To, jangan sekarang. Malu juga diliatin Pak Bambang," 

Pak Bambang tertawa melihat interaksi kedua anak yang semakin besar saja, karena Pak Bambang pada dasarnya sudah mengenal persahabatan mereka sejak kecil maka tak heran Pak Bambang dekat dengan mereka.

Haruto cemberut dan menyilangkan kedua tangannya didada, kemudian menghadap jendela yang berlawanan arah dengan Aera.

Aera tertawa kecil, "Ututu, Pak Bambang ini ada bayi besar ngambek. Kayanya mau minta diturutin es krim," 

"Iya nih non, nanti saya belikan balon mickey mouse juga ya," ujar Pak Bambang diselingi dengan tawanya.

"Masih ngambek nih pak, kita tinggal dipinggir jalan aja yuk pak," 

"Ayo non, saya siap minggir ke jalan ini,"

"Ah gak seru banget Pak Bambang, kenapa malah belain Aera bukan Ruto," 

Aera tertawa, "Makanya kamu tuh gak ngambek mulu, tuh kita malah dah sampe dihotelnya," 

Haruto melihat keluar jendela dan benar mereka sudah sampai ditujuan, Pak bambang pun mengantarkan sampai depan pintu lobi.

"Sudah sampe den, non," ucap Pak Bambang.

Aera hendak turun namun tangannya dicegah oleh Haruto, "Tunggu dulu jangan turun,"

Haruto pun keluar terlebih dahulu dari mobil, dan berjalan kearah pintu Aera kemudian membukakan pintu untuk pacarnya itu.

"Silahkan tuan putri," Haruto tersenyum, sembari mengulurkan tangannya.

Aera sedikit kaget dengan perlakuan Haruto padanya, tapi karena Aera sudah harus melakukan tugasnya jadi dia akan menormalkan perilaku Haruto khusus malam ini.

Aera menerima uluran tangan Haruto, "Terimakasih pacarku," ucap Aera berbisik ditelinga Haruto.

Aera tidak sadar bahwa perlakuannya terhadap Haruto menyebabkan Haruto salah tingkah.

Aera mengalungkan tangannya ditangan Haruto, mereka berjalan masuk layaknya seorang pangeran dan putri kerajaan.

Aera termasuk pintar beradaptasi dengan situasi yang sedang terjadi, malam ini pun Haruto kagum dengan Aera karena gadis itu tampak lebih anggun dan menawan dari biasanya.

"Permisi, boleh saya liat undangannya," ujar salah seorang bodyguard yang berjaga didepan pintu lobi.

Haruto menunjukan undangan yang ia bawa, dan para bodyguard pun mengantarkan mereka ke ruangan tempat berlangsungnya acara.

"Sudah sampai tuan," 

Haruto mengangguk, "Terimakasih pak,"

Mereka pun berjalan masuk ke Ballroom, tanpa disadari kedatangan mereka mencuri perhatian seluruh tamu yang datang.


Don't forget to vote Treasure 💎

🧸 : anyway, kamsa thank you buat kalian yang udah baca fanfic ini. this is my first time dan disetiap partku agak panjang. tapi aku harap kalian bisa menikmati, dan makin semangat buat vote treasure! ily friedrice nation

Cerita populer di kalangan penggemar Bang Ye Dam