Roha bergegas ke bandara. Dia melihat sekeliling tetapi tidak dapat menemukan Eunwoo. Dengan kecewa, dia berbalik.
Roha (terisak) "Orang jahat itu... Dia pergi begitu saja lagi."

Eunwoo (meraih pergelangan tangan Roha dan menciumnya dengan penuh gairah, lalu menarik bibirnya) "Apakah aku benar-benar seburuk itu padamu?"
Roha (menatapnya dengan mata gemetar) "Ya, kau memang sangat buruk."
Eunwoo (menatapnya dengan saksama) "Maafkan aku. Aku ingin berhenti bersikap jahat padamu."
Roha: "Apa maksudmu?"
Eunwoo: “(Mencium bibirnya dengan lembut) Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Roha.”
Roha (narasi) Sebuah perasaan jatuh cinta yang sangat menyakitkan dan sulit. Aku baru mengetahuinya setelah kutukan sepuluh tahunku berakhir. Hanya ada satu cara untuk mematahkan kutukanku. Dan hanya penyihir yang pertama kali mengutukku yang bisa mematahkannya...
********************* Sepatah kata dari penulis *********************
Karya ketigaku kini telah selesai. Aku akan bekerja lebih keras lagi untuk menciptakan karya yang lebih baik. Jika kalian membaca karyaku dan merasa menarik, silakan tinggalkan komentar, sukai, berlangganan, atau rekomendasikan. Aku juga akan sangat menghargai jika kalian bisa memberikan beberapa ide fanfic. Sekarang, aku akan mulai mengerjakan fanfic selanjutnya. ^♡^
********************************************************
