Hari Pertama untuk Berani

Kedelapan VIII

Aku dan Noa menjalin hubungan yang manis, tetapi kemudian Taehyung melihat kami, lalu Noa menghampiri Taehyung. "Kau main-main lagi dengan kami?" Noa tahu bahwa Taehyung sedang main-main dengan mereka. "Lalu?" kata Taehyung.
Lalu Noa berkata, "Kau harus ditangkap." Kemudian aku pergi menemui Taehyung.
Aku menampar wajah Taehyung. "Kalau kau bilang begitu, aku akan memukulmu lagi!" kataku, kalau Taehyung memang mengatakan begitu.

Lalu Taehyung pergi menjauh sementara aku merasa marah. "Kalian tidak perlu menyakitinya, biarkan saja dia dihukum," kata Noa, bahwa kita harus tenang menghadapi Taehyung.


Eunha sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, lalu Taehyung datang menjenguknya. Namun, kondisi Eunha semakin memburuk. Taehyung khawatir karena Eunha sudah tidak lagi sehat.

Dalam Upacara Pemakaman.
Taehyung masih senang untuk Eunha. Aku juga ada di pemakaman. Aku tersenyum jahat, jadi aku ingin Eunha mati. Lalu Noa datang kepadaku. "Ayo pergi sekarang, Lindsay." Katanya karena kita harus pergi. Kemudian Taehyung melihatku pergi.


Aku dan Noa sedang jalan-jalan bersama. Kami makan barbekyu bersama. "Ini cara yang bagus," kata Noa, dia suka caraku bersama. Noa tersenyum padaku.



Taehyung menghampiriku lalu aku menampar wajah Taehyung. "Kenapa kau menguntit kami?!" Aku bertanya-tanya mengapa Taehyung menguntit kami lagi, lalu Taehyung tidak ingin aku marah, "Jangan marah, kau milikku." Kemudian Noa datang dan memukul Taehyung, mereka berkelahi.

๐Ÿ’—Bersambung๐Ÿ’—
Jangan anggap serius.
,

Cerita yang sedang populer sekarang