Hari Pertama untuk Berani
Ketujuh VII

Linaq
2021.04.13Dilihat 4
"Siapa yang membunuhmu?" Noa bertanya siapa yang membunuhku. Tapi aku tidak menjawab karena aku tidak baik-baik saja.
Aku seperti sudah mati.
Semua ini terjadi karena Eunha.
Aku akan selalu berani melawan Taehyung apa pun yang terjadi, itu akan menjadi karma.
Keesokan harinya
Gunwoo bertanya pada Noa, "Apakah Lindsay baik-baik saja?" "Aku tidak yakin." Noa tidak yakin apakah aku akan baik-baik saja.
Aku kehilangan segalanya barusan...
66 Hari Kemudian.
Aku dan Noa sedang jalan-jalan bersama, lalu Noa melihat Taehyung.
Noa menghampiri Taehyung. "Hei, Taehyung brengsek." Katanya dia memanggil Taehyung brengsek. "Aku bukan brengsek," kata Taehyung, mengatakan dia bukan brengsek tapi dia brengsek padaku. Kemudian Noa memukul Taehyung, lalu aku tersenyum karena aku berharap sesuatu yang buruk terjadi pada Taehyung.
Lalu Taehyung mulai menangis dan Noa menyeringai, kemudian Taehyung pergi.
Aku menghampiri Eunha dan berkata, "Taehyung tidak akan pernah menjadi milikmu." Lalu aku menarik Eunha dan melemparnya, membuat Eunha marah dan berteriak.
Aku menghukum Eunha untuk sementara waktu dan untuk membuatnya menderita, aku memotong rambutnya.
Setelah itu.
Aku dan Noa menghampiri Taehyung. "Dasar brengsek, kenapa kau mempermalukan tunanganku?" Noa bertanya pada Taehyung mengapa dia mempermalukanku. "Apakah Lindsay benar-benar tunanganmu?" Taehyung bertanya pada Noa apakah aku tunangannya. "Taehyung, kau idiot, kau sangat tidak percaya diri, bagaimana bisa kau melakukan hal seperti itu?" kataku pada Taehyung, lalu aku menamparnya dan mendorongnya menjauh, kemudian Taehyung meminta maaf. "Aku minta maaf..." Lalu Noa berkata, "Kau serius, kami tidak bisa memaafkanmu!" Kami tidak bisa memaafkan Taehyung. "Taehyung, aku tidak bisa memaafkanmu," kataku.
"Bagus," kata Noa kepadaku.
Taehyung menyelamatkan Eunha saat dia menangis.
๐Bersambung๐