Kebahagiaan dengan Red Velvet

LAKUKAN PELAN-PELAN

Aku sampai tersipu malu membaca lirik ini. Mau bagaimana lagi, maaf.๐Ÿ˜‡

Ah, berhenti.

Woo, pelan-pelan saja.


Kamu berusaha terlihat sangat maskulin akhir-akhir ini.
Tapi kamu masih muda, kamu seperti adik laki-laki.
Tapi apakah kamuโ€ฆ?

Tiba-tiba kamu berbicara seperti orang dewasa.
Ini lucu, tapi malah membuat semuanya jadi aneh.
Mungkin kamu tidak suka saat aku bersikap seperti ini.
Tapi aku hanya bisa melihatmu sebagai sosok muda.

Sejujurnya, aku tidak membencinya.
Mengapa kamu terus menatapku seperti itu?
Kau tahu aku, aku tidak mudah membuka hatiku.
Datanglah padaku perlahan, lindungilah aku lebih banyak lagi
Aku masih takut, pelan-pelan saja.

Akhir-akhir ini kamu lebih sering meneleponku.
Akhir-akhir ini kamu mulai berbicara denganku secara informal.
Tidak tahu kenapa

Kamu dengan canggung mencoba bersikap serius
Ini lucu dan membuatku tertawa tanpa kusadari.
Kamu mungkin tidak suka kalau aku bersikap seperti ini.
Tapi tunggu aku sebentar lagi.

Aku akan memikirkannya sebentar.
Saat aku melihatmu, kau sepertinya tidak begitu muda.
Kurasa kau benar-benar serius.
Aku akan mencoba membuka hatiku sekarang, jangan mengecewakanku.
Saya ingin menunjukkan
Bibirku yang bergetar lembut hanya untukmu

Sejujurnya, aku tidak membencinya.
Mengapa kamu terus menatapku seperti itu?
Kau tahu aku, aku tidak mudah membuka hatiku.
Datanglah padaku perlahan, lindungilah aku lebih banyak lagi
Aku masih takut, pelan-pelan saja.

Ah, berhenti.
Woo, pelan-pelan saja (Jatuh perlahan)

Cerita populer di kalangan penggemar Seulgi