Aku menyukaimu.

Biarkan kakak perempuanmu melihat makhluk kecil yang malang ini.

"Selamat kepada Cao Chengyan atas debutnya di peringkat kelima!" Sorak sorai, air mata, dan tepuk tangan memenuhi udara saat bintang-bintang bersinar terang di tengah antisipasi jutaan orang.
"Astaga, Cao Chengyan debut! Aku tidak menyangka!" Mendengar teriakan sahabatnya, Zhong Langman mendecakkan lidah dan memutar matanya. "Bukankah dia yang kau sukai? Apakah dia debut?" Sebagai seorang fangirl seumur hidup yang terobsesi dengan pria tampan, Zhong Langman lebih tertarik pada pria tampan yang dipilih sahabatnya. "Tentu saja dia debut! Lihat siapa idolanya!" Sahabatnya dengan bangga menepuk dadanya. "Tapi, Cao Chengyan akhirnya menuai hasil dari kerja kerasnya." Apa maksudnya? "Oh? Bagaimana?" Sahabatnya menyeka air mata dari sudut matanya dan duduk di sebelah Zhong Langman. "Dia? Yah, ceritanya panjang..."
Selain menyukai orang-orang tampan, Zhong Langman memiliki hobi aneh lainnya: dia lebih menyukai idola muda yang telah mengalami kesulitan dan kemunduran. Menurut sahabatnya, Cao Chengyan masih sangat muda, tetapi pengalamannya sungguh memilukan. "Biarkan aku melihat anak malang ini," pikir Zhong Langman saat pulang ke rumah, menyalakan komputernya, dan langsung mulai mencarinya.