Cahaya itu bersinar sesaat.
Terbuai dalam kebahagiaan, dalam cahaya kenangan itu
Kurasa aku sempat buta sesaat.
Di tempat yang tak terjangkau itu, kamu sudah berada di sana.
Itu ada di sana
Kau bersinar sesaat seperti kilat.
Ia sempat menerangi dunia untuk sesaat.
Seolah-olah seluruh dunia adalah milikku
Dia menunjukkannya padaku lalu pergi.
Aku terlambat seperti petir
Akhirnya aku mencarimu
Boom Boom Boom Boom
Aku memanggilmu, terlambat
Ooooooh, aku baru menyadarinya sekarang.
Ooooooh, akhirnya aku merindukanmu
Guntur Guntur Guntur kau
Aku ingin menangkapmu
Guntur Guntur Guntur
Kurasa aku sudah keterlaluan
Seiring berjalannya waktu, kita berdua semakin menjauh.
Kamu sudah terlalu jauh di luar sana.
Kamu akan kembali menjadi cahaya bagi seseorang.
Kau secepat kilat.
Kami sangat berbeda
Perbedaan waktu antara kita
Tempat ini telah menjadi tempat di mana kita tidak bisa bersama.
Aku terlambat seperti petir
Sekarang aku menyesalinya.
Boom Boom Boom Boom
Aku memanggilmu, terlambat
Ooooooh, aku baru menyadarinya sekarang.
Ooooooh, akhirnya aku merindukanmu
Guntur Guntur Guntur kau
Aku ingin menangkapmu
Guntur Guntur Guntur
Aku mengikutimu, aku mengikutimu
Aku mengejarmu, aku mengejarmu.
Aku akan menemukanmu, aku akan menemukanmu
Semakin jauh dan semakin jauh
Aku melintasi dinding waktu untuk menemukanmu
Meskipun keadaan sekarang berbeda, awalnya tetap sama.
Saya yakin saya masih bisa kembali.
Sekarang, menghitung detik demi detik, jalan kita
Ukuran
Ooooooh, aku baru menyadarinya sekarang.
Ooooooh, akhirnya aku merindukanmu
Guntur Guntur Guntur kau
Aku ingin menangkapmu
Guntur Guntur Guntur
Guntur Guntur Guntur kau
Aku ingin menangkapmu
Guntur Guntur Guntur
Guntur Guntur Guntur kau
Aku ingin menangkapmu
Guntur Guntur Guntur
