Sejak bertemu dengannya, aku selalu bahagia setiap hari. Yang harus kulakukan hanyalah menunggunya pulang dan memasak untuknya. Sederhana, tapi sangat nyaman. Sesibuk apa pun dia, dia selalu meluangkan waktu untukku. Kami pergi keluar bersama, menonton film, dan melakukan hal-hal yang kami berdua sukai. Saat aku sakit, dia selalu menjengukku dan menunjukkan kepedulian. Aku berharap dia bisa selalu berada di sisiku. Aku juga tidak ingin dia punya pacar, karena begitu dia datang, dia pasti akan memberikan semua perhatiannya, bersikap lembut padanya, bahkan pergi keluar bersamanya dan melindunginya. Orang boleh menyebutku egois jika mereka mau; aku seorang yatim piatu, aku tidak punya siapa pun di sisiku, dan seorang yatim piatu yang menemukan seseorang yang baik padanya tidak akan pernah ingin ditinggalkan. Jujur saja, tanpa dia, aku tidak ingin hidup lagi. Dia telah menjadi bagian yang tak tergantikan dalam hidupku.