
๐Perjalanan Terakhirku๐
___________________________________
Kami semua mengenakan jaket pelampung dan bergerak sesuai arahan kapten.
[Semuanya, harap kenakan jaket pelampung dan tunggu di dalam ruangan]
Seperti yang dia katakan, kami langsung menunggu di dalam ruangan.
Dan kemudian, untuk berjaga-jaga, dia meninggalkan sebuah video yang mungkin menjadi yang terakhir.
"Wow~ Kita diselamatkan..." Park Ji-hyo
"....." Kim Yong-seon
"..Ah, sial.....Masih banyak yang harus dilakukan dan banyak hal yang belum kulakukan, tapi aku akan mati seperti ini ((terisak)" Teman 1
"Hei, hei, hei, aku sedang syuting sekarang. Tinggalkan komentar." Park Ji-hyo
"Hei, lalu apa maksudmu dengan mati... kita akan hidup..." Kim Yong-seon
"Eh...ya..." Teman 1
"Ah... Aku tidak akan pernah membiarkan adikku pergi ke tempat retret." Teman 2
"Ah..."
"Aku juga sayang kalian, Ibu dan Ayah..." Teman 1
"Mari kita bertahan hidup..." Teman 1
"Hah? Bukankah itu kapten di sana?" Park Ji-hyo
"Apa? Di mana, di mana?" Kim Yong-seon
Kami melihat sesuatu berenang di laut di luar jendela. Ya, kapten telah meninggalkan kapal sendirian, meninggalkan ratusan orang di dalamnya.

"Apa ini...?" Teman 1
ย ย
Dan pelarian sang kapten terekam oleh kamera kami.

"Anak itu..." Kim Yong-seon
ย
Kim Yong-seon akan segera keluar.
Namun Park Ji-hyo menghentikannya.
Kim Yong-seon: "Lepaskan ini"
"Kenapa kau seperti itu..." Park Ji-hyo
"Kau masih belum mengerti situasinya? Kita harus keluar! Kita sudah mempelajarinya di pelatihan keselamatan kita..." Kim Yong-seon
"...Kalau begitu, laporkan saja situasinya..." Park Ji-hyo
"Ha... aku mengerti..." Kim Yong-seon
"Jangan sampai terluka saat tidur... Mengerti?" Kim Yong-seon
"Uh...ya..." Park Ji-hyo
Dan gambar itu juga berhasil diabadikan....
Perahu naga itu berlayar.

"Apa ini..." Kim Yong-seon
"Ke mana kapten pergi..." Kim Yong-seon
Sang kapten telah menghilang, dan kapal naga itu sudah terlambat satu langkah.
:Gemuruh...!!
Itu hanya sepersekian detik.
Tiba-tiba perahu itu miring.
"Hah? Hah?..." Kim Yong-seon
