Menggigil

1

Jadi aku melihat ke arahmu
Tapi kau sama sekali tidak memperhatikanku, kan?


"Lo pacaran gak sih sama si antena?" tanya doyoung untuk yang kesekian kalinya.

Sekarang haruto sedang berada di rumah hyunsuk yang hanya berjarak beberapa langkah dari rumahnya. Niatnya untuk mencari ketenangan karena di rumahnya sedang ada arisan ibu-ibu, eh disini malah ada si monyet doyoung dan jeongwoo. Hilang sudah harapan haruto mencari ketenangan.

"Eh tapi— lo serius gak pacaran sama si antena?" kata hyunsuk menimpali perkataan doyoung.

Haruto mendengus kasar lalu mempause game yang sedang ia mainkan, "antena antena! Atha kali maksud lo? kagak lah bang, dia tuh sahabat gue doang kali"

"Oohh, kukira kau pacaran dengannya, setelah menempelkan wajahmu seperti perangko di surat, ya?" kata Jeongwoo.

"Tidak, dia hanya teman saya," pria itu kembali mengelak.

Doyoung berpikir sebentar, "hehe, ini berarti gue gebet boleh dong ya?" ucap doyoung sambil tertawa.

"Hm, iya"

Doyoung bersorak gembira, "WOW, BENAR-BENAR?? Tadi aku membencimu, tapi kalau kau mengizinkanku—"

"Berisik! KELUAR DARI RUMAH GUE LO KIM DOYOUNG!!"

Doyoung langsung menutup mulutnya lalu mengusap dadanya, "astagfirullah orang ganteng kaget, bang hyunsuk galak bener sih"

"Mampus" ucap haruto pelan. Sedangkan jeongwoo sudah tertawa kencang.

"HARUTOOO!!!" teriak seorang perempuan di depan rumah hyunsuk.

Haruto bingung, ini rumah hyunsuk tapi kenapa nama dia yang dipanggil. Jangankan haruto yang punya rumah aja bingung.

"Bentar, gue lihat dulu ke bawah" ucap hyunsuk yang diangguki semuanya.

"Siapa yang datang bang?" tanya jeongwoo setelah hyunsuk kembali ke kamar.

"Itu pacarnya haru— ah bukan, itu gebetannya doyoung yang datang"

"HAALLOOOO, ATHA IS HEREEE!!" ucap seorang perempuan sambil memasuki kamar hyunsuk. Dan disambut oleh suara tepuk tangan dari doyoung dan jeongwoo.

Okay orang gila disini nambah satu, apa benar-benar cuman haruto yang waras disini?


photo

"Iya kamarnya haruto tuh gak serapih ini, pokoknya beda banget deh sama kamarnya bang hyunsuk. Dia males bersihin makanya setiap minggu gue sering ke rumahnya cuman buat bersihin kamar dia doang" cerita gadis itu dengan antusias.

"Wow, kamu bisa membersihkan kamarku, aku akan dibayar nanti," kata Doyoung, lalu tersenyum sambil memperlihatkan giginya.

"Pake daun?"

"Pake cinta"

Jengwoo menunjuk kepala pria di sebelahnya, "Kalau kau sudah kenyang, dasar bodoh, makan saja donat dan bagi dua denganku, hehe"

Atha berpikir, "ih daripada donat mending pake pizza tau"

"Hmm yaudah itu juga boleh deh"

"Dasar kaum-kaum bodoh" celetuk haruto yang masih fokus dengan ps yang dia mainkan.

"Kayak sendirinya nggak aja" cibir gadis itu kesal.

"Hei, aku bukan,Akulah yang pintar."

Doyoung mencolek tangan gadis yang ada di depannya itu, mencoba mengambil perhatiannya kembali, "atha, atha, kamar gue juga gak jauh berantakan loh sama kamar haruto"

"Oh iya?"

"Kalau begitu, ya."

"Tk, aku heran kalau hal seperti ini dipajang," kata Jeongwoo sambil menggelengkan kepala tanda terkejut.

Lalu mereka bertigapun tertawa. Bahkan hyunsuk dan haruto yang sedang main ps pun ikut tertawa.

Tapi ngelihat doyoung dan atha akrab membuat perasaan haruto gak enak. Entahlah, haruto cuma—gak suka.


photo

"Senang kan lo?" tanya haruto sambil melirik kaca spion.

Atha memiringkan kepalanya sedikit, "Apa? Aku tidak bisa mendengarmu."

"Nggak"

"Dih gak jelas lo" tangan gadis itu memukul helm yang dipakai haruto.

Haruto terkekeh pelan, "doyoung di atas rata-rata tuh"

"Hah? YA TERUS EMANG KENAPA KALO DI ATAS RATA-RATA??"

"Ya.. kali aja mau lo gebet, lo kan demen sama yang modelan gitu"

Atha refleks mencubit pinggang laki-laki yang tengah memboncenginya ini, "ya emang siapa yang gak bakal suka nyet sama modelan temen-temen lo, duh seger-seger gitu kecuali bang jiun, julid mulu dia mah"

"Hm iya" jawab haruto sekenanya.

Setelah itu keduanya sama-sama diam dengan pemikirannya masing-masing.

"Nngg tapi haruto" ucap gadis itu pelan dan menyenderkan kepalanya ke bahu laki-laki yang telah mengisi hatinya lalu mengeratkan pelukannya, "lo juga ganteng, mungkin doyoung sama temen-temen lo di atas rata-rata, tapi lo diatasnya diatas rata-rata buat gue"

"Hah?" Tanya haruto tak mengerti.

"Nggak, lupain aja"

Haruto, apa kau sadar bahwa yang kusuka adalah dirimu, bukan temanmu?

Laki-laki itu gak sadar aja ada seseorang yang tengah menahan air matanya keluar.