Aku tahu kau tidak mendengarku
Karena kau bilang kau bisa melihat isi hatiku dengan jelas, kan?
Hari ini haruto ngajakin atha ke mall mau nyari kado buat cimoy, gebetannya haruto.
Atha tidak mau, dia sudah malas ketika mengetahui alasan Haruto mengundangnya ke mal, dia takut akan terbawa emosi nanti. Bagaimana mungkin tidak terbawa emosi? Orang yang kamu sukai mengajakmu jalan-jalan setelah dia pergi. Apa yang mengganggumu? Apalagi Atha yang berjalan, dia ingin menangis tetapi untungnya dia kuat.
"Aku mengundangmu agar kau bisa membantuku, bukan menghabiskan uangku hiiihh," seru Haruto sambil melirik gadis yang sedang makan.es krim.
"Eh? hehe" gadis itu menoleh lalu tersenyum tanpa dosa, "lagi siapa suruh ngajakin gue, lagipula nih ya to, itu si siapa? Cimol? Cimot?"
"Cimoy" jawab haruto malas.
"Nah iya itu, dia ulang tahunnya kan minggu depan kenapa lo ribetnya sekarang si?" tanya gadis itu masih asik dengan es krimdia.
"Lagipula, aku menyukainya, ini untuk persiapan."
"Persiapan apaan sih tai, alay lo"
"Persiapan buat nembak dia lah tulul"
Atha tersedak es krimnya sendiri saat mendengar ucapan laki-laki yang ada di sampingnya ini.
"Bentar-bentar ini maksudnya lo mau nembak cimoy? Apa-apaan ini—"
"Kenapa sih, aku sih nggak begitu suka Cimoy, kamu ngapain?"
"Bukan, bukan itu masalahnya, ada apa—oh.." Atha mencoba menjelaskan. "Kemarin kau sendiri bilang Cimoy menyukai Jaemin, anak dari kompleks kota impian, ya aku tahu kau tampan tapi bagaimana jika kau ditolak nanti?"
Haruto hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Merasa bosan mendengar ceramah gadis di depannya ini.
"Hei, apa kau mendengarku?!"
"Iya iya denger, lo aja ada di depan mata gue tha"
"Oh, Haruto! Aku serius!"
"Jangan khawatir. Apakah diterima atau ditolak akan terserah kamu nanti, yang penting sekarang aku ingin mencari hadiah untuk Cimoy dulu."
"Aku hanya tidak ingin kau terluka, Haruto," kata Atha lembut.
Haruto memeluk bahu Atha, lalu mengacak-acak rambut gadis itu dengan marah. "Terima kasih, kau sahabat terbaikku."terbaik."
"Bisakah aku bosan dengan kata 'teman'?" - atha

