"Apakah kau sedang menggodaku sekarang, Pak?"

[Episode - 2] - "Di Sana, Kamu"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

(Bersandar)

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Fiuh.."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Apa yang kau lakukan, dasar bocah nakal?"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

(Desis-)

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Ya ampun, apa ini?"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Kenapa kamu di sini (kesal + kecewa)"

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"...."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Digisil?"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Tidak, saya menolak."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Oh, benar."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Apa"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Kumpulkan siswa kelas satu, dua, dan tiga nanti."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"##Ke gudang"

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Oke oke"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Tolong, jangan libatkan Wheein."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Temannya juga"

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Eh... aku mengerti."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Kalau begitu, saya akan pergi."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Ya, hati-hati."

10 menit kemudian

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Apa... kenapa kamu tidak datang?"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Hei, gangster senior."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

(Desis)

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Hah? Dasar nakal."

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Keluarlah, aku harus masuk dan belajar."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Astaga, dia benar-benar orang normal kok, haha"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Silakan minggir"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Uh..uh (apa-apaan ini)"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Halo (masukkan setelah salam)"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Uh..uh"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Mengapa kau menyapaku?"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Tapi kau tetap seniorku."

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ya, memang begitu"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Hei, wajah senior itu terlihat tampan, ya?"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Apakah kamu hanya melihat wajahnya saja?"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Ya, haha"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Saya lebih menyukai pria senior yang berjalan di sebelahnya."

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Senior Kim Yong-seon?"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"ya"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Oh... Lakukan yang terbaik."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Hai"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

'Hei, sepertinya mereka memanggil kita.'

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

'...Itulah sebabnya'

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Ada seorang gadis berkacamata dan seorang gadis dengan kuku panjang."

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

Milik kita

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Ya, Pak."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Kalian berdua, pergi ke gerbang utama setelah sekolah."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Sisanya pergi ke pintu masuk utama (tersenyum)"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ah...ya, apa..."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Oh, sampai jumpa nanti."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Lihatlah nanti, itu cantik."

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Wow... cantik sekali"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ugh"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Oh, apa yang Anda ingin saya lakukan?"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"TIDAK"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Oh iya, kamu lagi lagi cari teman sekamar, haha"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ya... Ibu menyuruhku untuk tinggal sendiri."

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"? Haha benarkah?"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ya, aku mau keluar rumah lol"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Ha ha ha"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Siapa pun yang mampu melakukannya, boleh melakukannya."

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Lakukan yang terbaik ya haha"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Oke.."

Sepulang sekolah

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Oh, menyebalkan sekali harus datang ke sini..."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Hah? Kau di sini."

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ya, apa?"

ํ•™์ƒ๋“ค

"Halo, senior!"

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Oke"

ํ•™์ƒ๋“ค

"Mengapa kau meneleponku.."

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Bukankah aku bisa menyebutnya apa pun yang aku mau?"

ํ•™์ƒ๋“ค

"TIDAK!"

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Kerja bagus, Moonbyul."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"ya"

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

"Selamat tinggal"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"ya"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Mengapa kamu datang ke kedai makanan ringan?"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Oh, pesan saja apa pun yang ingin kamu makan."

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Ah, benarkah?"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Uhh"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Oh, kalau begitu"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Tteokbokki untuk dua orang, sundae, dan makanan gorengan untuk masing-masing satu orang."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Oh, oke"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

'Hei, kenapa kamu memesan begitu banyak?'

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

'Sudah kubilang untuk melakukannya'

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

'Wow, tinggi sekali'

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

Oh, apa?

๋ณ„์ด ๋ฌด๋ฆฌ

"Tteokbokki sudah datang"

๋ณ„์ด ๋ฌด๋ฆฌ

"Hah? Kakak?"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Apa, kamu bekerja di sini?"

๋ณ„์ด ๋ฌด๋ฆฌ

"Iya kakak."

๋ณ„์ด ๋ฌด๋ฆฌ

"Kita akan menembak"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Oh, terima kasih."

๋ณ„์ด ๋ฌด๋ฆฌ

"Iya kakak."

๋ณ„์ด ๋ฌด๋ฆฌ

"Selamat makan!"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"uh"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Makan"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Ya!"

Setelah makan semuanya

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Saya menikmati makanannya, Pak."

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

"Oh, hati-hati."

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Ya"

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

#Hai naga

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

#Apa

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

#Uang

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

#1 juta won

๋ฌธ๋ณ„์ด image

๋ฌธ๋ณ„์ด

#Ah oke, oke

๊น€์šฉ์„  image

๊น€์šฉ์„ 

#ya

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Apakah kamu sedang mencari teman sekamar sekarang?"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"uh,"

์•ˆํ˜œ์ง„ image

์•ˆํ˜œ์ง„

"Kerja bagus"

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Tekanan awal"

# 'Mencari teman sekamar!' diposting

์ •ํœ˜์ธ image

์ •ํœ˜์ธ

"Sampai jumpa lagi."

.

...

...

*peringatan*

??? image

???

#Aku dengar kamu sedang mencari teman sekamar?

??? image

???

#Aku juga mencarinya...

??? image

???

#Apakah kamu mau tinggal bersamaku?

.

...

...

??? image

???

#SilakanHubungiKami