yang dingin (musim 2)
Ruang



Dia tidak tahu bagaimana air matanya tiba-tiba tertahan. Dia tersipu. Aera tidur di salah satu ujung tempat tidur, dia duduk di ujung lainnya dan perlahan berbaring.


Dia terus menatapnya, tiba-tiba wanita itu berbalik, dia menjadi tegang. Wanita itu meletakkan tangannya di dadanya. Dia kemudian terengah-engah.


Ahro terkadang tidur dengan Aera, jadi Aera mengira itu Ahro. Dia tidak bisa bertahan saat itu, telinga dan pipinya seperti tomat.

Saat dia mendekatinya, pria itu menderita.



Yoongi
"Ohh, jangan jangan" (suara sangat pelan)

Dia mendengar itu seolah-olah itu mimpi, jadi dia perlahan membuka matanya dan menatapnya.



Aera
"Ah, kau tersenyum indah saat bermimpi, oh, kau terlihat lebih tampan sekarang." (Sambil menyentuh hidung dan pipinya)



Aera
Kau tidak membangunkanku hari ini, malah kau ada di dalam mimpiku. Kenapa kau begitu keras kepala, aku tidak menginginkan itu. Kau terlihat nyata hari ini.



Aera
"Jangan datang ke mimpiku, aku tidak pantas mendapatkannya." Dia meletakkan kepalanya di tangan pria itu dan memeluknya.

Bunyi alarm berbunyi ⏰


Aera
Aish!!


Aera
berkedip beberapa kali sambil menatap Yoongi


Aera
Ahhhhh