yang dingin (musim 1)

๐Ÿ˜‡

Mereka sampai di asrama (Aera, Ahro)

Pacar Ahro sering meneleponnya ketika mereka sampai di sana.

Aera menyadari dia lupa nomor teleponnya.

Jadi, dia bermimpi tentang momen itu terjadi.

Keesokan harinya

Tidak seperti biasanya, Aera bangun pagi-pagi sekali dan berlari ke kampus.

Ahro image

Ahro

Apa yang kamu lakukan sepagi ini? Apakah kamu masih punya pekerjaan?

aera image

aera

*Pikirkan*.mmmm, ya

aera image

aera

Aku pergi sekarang

Ahro image

Ahro

Kau gila! Aku tak bisa berkata apa-apa, pergilah. Aku akan segera datang.

Aera berlari ke kampus

Namun tidak ada seorang pun di sekitar.

Aera berbicara sendiri

aera image

aera

Apakah aku datang terlalu awal?

aera image

aera

tidak ada siapa pun di sini

aera image

aera

Haruskah aku kembali ke asrama?

aera image

aera

Saya tidak punya nomor teleponnya untuk dihubungi.

Dari sisi asrama putra, dia melihat seseorang datang.