Sayangku, aku sangat menyukaimu
Kupu-kupu di salju pertama .・。.


lee June
Yoongi? Heiii!! (berusaha agar tidak terdengar seperti orang aneh)


Yoongi
Hei umm (menyentuh telinganya dengan malu-malu) jadi orang tuaku tidak ada di rumah dan mereka lupa meninggalkan kunci untukku.


Yoongi
Dan Bo Gum hyung menawarkanku untuk tinggal di sini sementara waktu.

lee June
Oh! (sangat senang) Tapi bukankah Bo Gum Oppa kuliah di universitas yang sama?


Yoongi
Ya, ketika saya meneleponnya, dia mengatakan bahwa dia akan terlambat hari ini karena tugas-tugasnya.

lee June
Benarkah? (perut berbunyi)


Yoongi
(tersenyum diam-diam) Kamu lapar?

lee June
Ya, kurang lebih begitu.

lee June
Jangan khawatir, aku akan makan sisa makanan saja.

lee June
Bagaimana denganmu? Apakah kamu lapar?


Yoongi
Agak.

(Saya mencari sisa makanan di lemari es, tetapi tidak ada.)

lee June
Ya Tuhan, tidak ada apa-apa di sini.

lee June
Tunggu di sini, aku akan pergi ke toko sebentar untuk membeli sesuatu.


Yoongi
Oke, tapi apakah kamu tidak keberatan pergi sendirian?

lee June
Ya! 👍


Yoongi
Tapi sebentar lagi akan turun salju.


Yoongi
Ayo, aku ikut denganmu.

lee June
Umm oke.

(Ya Tuhan😱 Aku merasa seperti ada kupu-kupu di perutku. Aku bahkan bisa mendengar detak jantungku semakin cepat, astaga.)

(Saat itu bulan Desember dan lampu-lampu menghiasi jalanan, membuatku merasa seolah-olah Sinterklas akan datang kapan saja.)

lee June
Wow 😮.


Yoongi
Hei, kamu tidak kedinginan?

lee June
Tidak, saya bukan.


Yoongi
Lalu mengapa tubuhmu gemetar?

(Sial, dia menyadarinya.)


Yoongi
Ambil ini. (menyerahkan mantelnya tanpa menatap wajahku.)

lee June
Tidak, aku baik-baik saja kok.


Yoongi
Hai, aku tahu kamu mudah masuk angin jadi pakailah saat aku menyapamu dengan baik.

lee June
Oh oke, terima kasih. (tapi bagaimana dia tahu aku mudah masuk angin ya? 🤔)

lee June
Ya, kami di sini.

(Kami membeli beberapa bahan makanan dan kemudian kembali.)

(kami pun pulang dalam keheningan yang canggung hingga....)

(Salju pertama tahun ini turun dengan penuh kebahagiaan. 🥰)

(Aku ingat ibuku pernah bilang kalau kamu melihat salju pertama bersama orang yang kamu sukai, maka cinta akan bersemi, itulah yang terjadi pada orang tuaku.)

(Aku menatap orang yang kusukai dengan malu-malu.)

(Akankah perasaan sukaku pada suatu saat menjadi kenyataan?)

(Mungkin itu hanya sebuah ungkapan. Dia tidak akan pernah terlihat aneh sepertiku.)

(Tak lama kemudian, salju mulai turun lebat.)

(Aku mengeluarkan mantel yang Yoongi berikan padaku.)


Yoongi
Hai, apa yang sedang kamu lakukan?

lee June
Ayo kita pakai mantel ini dan lari pulang, atau kita berdua akan mati kedinginan di salju ini.


Yoongi
(mengangguk)

(Jadi kami mulai berlarian sambil berbagi mantel yang sama dalam pikiran kami 🙆 seperti adegan film.)

(Jantungku berdebar kencang, perutku dipenuhi kupu-kupu.)

(Aku tahu aku naksir berat, tapi aku tak bisa menahan diri untuk semakin jatuh cinta padanya.)


(Aku menatap wajahnya yang seperti malaikat. Aku tahu dia tidak akan pernah menyukaiku balik, tapi kenapa hatiku berdebar-debar karena dia.)

(Aku menatapnya saat dia menyadari aku sedang menatapnya.)


Yoongi
Ya Tuhan, kenapa kamu menangis? Apakah terlalu dingin?

(Ya Tuhan, aku menangis? Aku bahkan tidak menyadari kapan air mataku jatuh.)


Yoongi
Jangan khawatir, kita hampir sampai.

(Kami berlari sampai aku merasa duniaku berputar)

(Aku samar-samar mendengar suara yang kukenali di mana pun, suara Yoongi memanggilku dengan lembut. Dan kemudian duniaku menjadi gelap.)

Hai semuanya! Maaf atas keterlambatan pembaruan. Aku membaca komentar kalian dan itu benar-benar menyemangatiku untuk memperbarui bab-babnya.

Terima kasih atas dukungan dan telah membaca fan fiction ini. Teruslah berkomentar, saya senang membaca komentar-komentar Anda.

Aku cinta kamuヽ༼ ♥ ل͜ ♥ ༽ノ.

Dengarkan lagu Shadow dan Black Swan ya.