Jatuh Cinta dengan Sunghoon
Penyelamat


12:10 AM
Kim Riri
"Ada susu strawberry! Punya siapa?"

Choi Shine
"Aku—aku memilikinya."

Dengan cepat, Shine merebut susu strawberry yang ada di genggaman Riri.

Riri bingung karena Shine terlihat sedikit panik. Lalu dia menoleh ke arah meja Shine.

Ada secarik kertas dengan tulisan yang cukup rapi.

Riri membaca isi kertas itu.

Kim Riri
"'Seberapa keras pun kau berusaha menghindariku, aku akan terus mengejarmu.' .... Siapa?"

Shine langsung pucat. Keringat dingin mulai keluar di dahinya.

Choi Shine
"Emm, itu dari—"

Kim Riri
"Lo ... udah punya cowok???"

Riri sangat heboh.

Choi Shine
"N-nggak!!" Shine langsung membantahnya.

Kim Riri
"Jadi, apa ini? Oke, akui saja kamu punya pacar."

Choi Shine
"Nggak!"

Kim Riri
"Masa, lo ga cerita sama gue. Cerita dong siapa cowoknya."

Shine berdecak. Riri salah paham kali ini. Namun, sementara dirinya aman dari kecurigaan tentang Sunghoon.

Choi Shine
"G-ga ada."

Kim Riri
"Pembohong. Kamu kesal sekali, aku tidak tahu?"

Choi Shine
"Aku...aku tidak kesal."

Kim Riri
"Ayo dong cerita. Jangan-jangan—"

Kim Tae
"Jangan-jangan apa?"

Riri dan Shine terkejut mendengar suara Tae tiba-tiba muncul.

Kim Riri
"Kenapa kamu kembali lagi?"

Tae tak menjawab pertanyaan Riri.

Kim Riri
"Heh. Aku yang bertanya."

Kim Tae
"Saya ingin mengambil makalah itu."

Tae menunjuk ke kertas yang dipegang oleh Shine.

Shine melotot. Apa maksud Tae? Benarkah dia yang memberi kertas itu? Tapi bukankah itu dari Sunghoon?

Kim Riri
"Itu dari lo?"

Tae mengangguk ringan. Mengambil kertas itu dari tangan Shine.

Kim Riri
"Siapakah mereka?"

Tae terdiam. Shine menatap Tae dengan serius.

Namun Tae menggeleng pelan.

Kim Tae
"Aku meninggalkan koran ini di sini karena takut angin akan menerbangkannya.... Aku akan kembali dulu."

Tae berjalan menjauh dari kelas mereka.

Riri menghela napas lega. Dia sungguh tidak bisa membayangkan kalau Tae menyukai Shine.

Kim Riri
"Itu hal yang baik. Aku tidak bisa membayangkan kamu menjadi saudara iparku."

Riri mengusap dahinya.

Dia duduk di tempatnya untuk melanjutkan pelajaran setelah istirahat.

Shine masih membeku di tempatnya.

Jadi, milik siapa kertas itu? Sunghoon atau Tae?

Shine menghela napasnya. Dia pusing karena semua yang terlalu tiba-tiba ini.

Shine membuka ponselnya. Membuka roomchatnya dengan Tae.

Choi Shine
— Pulanglah dari sekolah, tunggu aku di atap.

Shine memasukkan ponselnya ke tas saat guru yang akan mengajar masuk ke kelas.

Kim Tae
"Mengapa?"

Tae mendekati Shine yang membelakanginya.

Shine diam. Angin sepoi-sepoi menyibak rambutnya dengan pelan.

Hening sejenak di antara mereka. Shine belum menjawab Tae.

Tae menatap wajah Shine yang indah.

Choi Shine
"Surat tadi ... bukan punya lo kan?"

Shine memandang Tae. Moodnya sedikit berubah sekarang.

Tae mengalihkan pandangan ke gedung tinggi dan langit biru.

Kim Tae
"Lo udah tau .... Ngapain tanya?"

Shine terkekeh. Pandangannya mengikuti pandangan Tae.

Choi Shine
"Apakah kamu dekat dengan Kak Sunghoon?"

Tae menoleh karena mendengar nama Sunghoon disebut.

Kim Tae
"Tadinya."

Choi Shine
"Tadinya?"

Tae mengangguk.

Kim Tae
"Kak Sunghoon emang keren, dia pinter, dia juga jago main basket."

Kim Tae
"Tapi, dia juga punya sikap buruk. Apapun yang dia suka, harus dia dapet."

Shine nampak sedikit terkejut. Benarkah? Tapi Sunghoon tidak terlihat seperti itu.

Kim Tae
"Yang naruh kertas tadi ... Kak Sunghoon."

Kali ini Shine tidak terlalu terkejut. Karena siapa lagi kalau bukan Sunghoon?

Hening kembali menyapa mereka.

Angin mulai kencang dan senja mulai datang.

Kim Tae
"Apakah kamu suka Kak Sunghoon?"

Tae menatap dalam Shine. Dia hanya ingin memastikan hal ini.

Shine bingung akan menjawab apa. Jujur saja, dia tidak suka Sunghoon.

Dia juga tidak pernah berpikiran untuk menyukai Sunghoon. Sunghoon terlalu jauh untuk digapai, Shine sudah melepaskannya.

Ponsel Shine berdering menandakan ada pesan yang masuk.

Kim Tae
"Siapa?"

Shine mengeceknya. Itu dari Sunghoon. Apa harus dia menjawabnya?

Shine menggeleng. Dia menyimpan ponselnya di saku.

Ponselnya berbunyi lagi. Kali ini dering telepon yang memaksa untuk diangkat.

Kim Tae
"Angkat aja."

Shine menggelengkan kepalanya perlahan.

Choi Shine
"Ngga usah."

Tae mulai mendesak Shine. Karena tidak enak kalau mengabaikan telepon.

Tinggal menunggu penyesalan yang akan datang di diri Tae ketika dia tau siapa yang menelepon Shine.

Choi Shine
"Halo?" ucap Shine pelan.

Sunghoon
_"Lo masih di sekolah?"_

Shine nampak berpikir.

Choi Shine
"Masih," jawab Shine ragu.

Tae menatap Shine. Feelingnya mulai tidak enak.

Sunghoon
_"Lo di mana? Gue cari di perpus ga ada."_

Shine melirik ke arah Tae. Suasana di antara mereka sedikit canggung.

Choi Shine
"Udah mau pulang."

Shine enggan mengatakan posisinya sekarang. Karena urusannya bisa panjang jika Sunghoon benar-benar ke rooftop.

Sunghoon
_"Bertemu."_

Ucapan Sunghoon itu membuat Shine menoleh ke arah pintu rooftop. Keringat dingin mulai keluar dari dahinya.

Kim Tae
"Apa kabarmu-"

Tae menoleh juga ke arah pintu rooftop. Dia tersenyum miring setelah menemukan Sunghoon yang berdiri di sana.