Jatuh Cinta dengan Sunghoon
Terpikirkan


05:00 PM
Shine membaringkan tubuhnya. Dia sedikit lelah setelah pulang sekolah.

Dia buru-buru membersihkan diri dengan mandi.

Setelah itu, dia kembali duduk di kasurnya. Membuka buku pelajaran dan mulai membacanya.

Beberapa menit dia bergelut dengan buku pelajarannya itu. Hingga akhirnya dia jenuh.

Tiba-tiba, ada yang lewat di pikirannya.

Choi Shine
"Kak Sunghoon," gumam Shine.

Shine berdecak pelan. Semua kebetulan yang dia alami tadi, membuatnya mulai memikirkan Park Sunghoon, most wanted sekolah.

Choi Shine
"Kalau dipikir-pikir, kebetulan itu sebenarnya tidak nyata."

Shine menyisir rambutnya dengan tangan. Dia lelah. Tapi dia terus berpikir tentang Park Sunghoon.

Choi Shine
"Jika aku memberi tahu Riri, apakah dia akan terluka?" Shine bertanya pada dirinya sendiri.

Shine berpikir selama beberapa detik hingga akhirnya dia membuka ponselnya untuk bercerita ke Riri.

Baru saja dia ingin mengetik pesan ke Riri, Riri sudah terlebih dahulu mengirimkannya pesan.

Kim Riri
— Woy Kak Sunghoon mengunggahnya di sini😭

Kim Riri
— MANA GANTENG BGT WOY😭 KEREN BGT😭

Shine semakin tidak enak bercerita ke Riri karena Riri benar-benar mengagumi si kapten basket itu.

Choi Shine
— Biasa aja

Kim Riri
— Liat dulu baru ngomong oi. Lo belum cek ig kan?

Choi Shine
— Belum

Kim Riri
— YA UDAH CEK BURUAN

Choi Shine
— Nama ignya apaan?

Kim Riri
— KAMU BELUM MENGIKUTI SUNGHOON?! GILA!

Choi Shine
— Diamlah. Bukuku lebih penting daripada Kak Sunghoon.

Choi Shine
— Drop aja kenapa sih

Kim Riri
— Iye. @prk.sunghoon

Choi Shine
— Biasa bgt unamenya

Kim Riri
— POSTINGANNYA KAGA BIASA WOY

Choi Shine
— Seperti biasa, kamu bisa mentraktirku.

Kim Riri
— Ga jamin, soalnya lo ga pernah buka mata ke cogan

Choi Shine
- Napas

Shine membuka aplikasi instagramnya. Dia memasukkan uname yang disebutkan Riri tadi.

Terkejut karena jumlah followers Sunghoon mencapai dua ribu orang.

Itu adalah jumlah anak di sekolahnya. Sungguh banyak.

Shine menatap foto yang diupload oleh Sunghoon. Tanpa dia sadari, dia mengagumi wajah Sunghoon yang bisa dibilang sempurna.

Choi Shine
"Kak Sunghoon ganteng kalau dia bisa senyum."

Kim Riri
— SUDAH BERAPA LAMA? SUDAH LAMA SEKALI. JANGAN LIHAT AKU! TEMANKU.

Riri mengirimkan pesan pada Shine. Itu membuat Shine berdecak.

Choi Shine
— Halo

Kim Riri
— Tidak ada yang tahu siapa belahan jiwamu. Siapa tahu kalau Kak Sunghoon naksir aku, kan?

Choi Shine
— Pede bgt lo

Kim Riri
— Harus dong

Chat dari Riri itu membuat Shine kembali teringat bahwa Sunghoon memiliki gebetan.

Dia mulai berpikir macam-macam. Dia juga mulai ragu untuk cerita ke Riri karena Riri sangat tergila-gila dengan Sunghoon.

Akhirnya Shine memutuskan untuk memendamnya sendiri.

Kim Tae
— Lo sendirian di rmh? Udh mkn?

Tae mengirimkan pesan padanya. Segera, Shine melihat dan membalasnya.

Choi Shine
- Seperti biasanya

Kim Tae
— Keluar rmh. Gue di luar

Shine menengok ke jendela kamarnya.

Choi Shine
— Otw

Shine turun ke bawah untuk membuka pintu.

Choi Shine
"Dari tadi?"

Tae menggeleng pelan.

Kim Tae
"Barusan."

Shine mengangguk lalu mempersilahkan Tae masuk.

Choi Shine
"Riri, apakah kamu di sini?"

Tae mengangguk.

Kim Tae
"Sudah kubilang. Tapi dia sepertinya dihantui, jadi aku tidak tahu apakah dia mendengarnya atau tidak."

Choi Shine
"Kesurupan? Kok bisa?"

Kim Tae
"Kak Sunghoon upload foto di instagramnya."

Choi Shine
"Emang Kak Sunghoon jarang upload?"

Tae mengangguk ringan sambil menaruh plastik berisi makanan.

Kim Tae
"Jarang. Sekalinya upload, heboh satu sekolah. Bahkan guru sering ikut gosip."

Choi Shine
"Ohh."

Kim Tae
"Lo ga pernah kayak mereka? Maksud gue, Kak Sunghoon kan ganteng tuh. Kapten basket. Pinter lagi."

Choi Shine
"Menurut lo aja deh."

Kim Tae
"Tidak. Kamu jatuh cinta pada buku."

Shine tertawa ringan. Dia mengambil piring di dapur.

Kim Tae
"Lucu," ucap Tae pelan.

Beberapa detik kemudian, Shine kembali dengan dua piring dan dua perangkat alat makan.

Choi Shine
"Lo belum makan kan? Makan sekalian ya? Temenin gue."

Tae mengangguk ringan.

Kim Tae
"Biasanya kan juga gitu."

Shine mulai menyiapkan makanannya. Lalu mereka berdua makan dengan tenang di ruang tamu.