dari : Untukmu saat itu_ [CB]
_39


Ketuk! :


김 종인 (20)
“Haa!! Ha!.. “

'Byun Baekhyun, idiot ini!!..'

Jong-in, yang mendengar kabar bahwa Baekhyun disandera di gudang, bergegas berjalan menuju gudang tersebut.


- Sementara itu,

: Dentang, dentuman-.. :


![[현실] 박 찬열 (24) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_33_20210714224707.jpg)
[현실] 박 찬열 (24)
“….?”

‘ … tampilan belakang itu … ‘

: Chiik- huh.. :



도 경수 (24)
“…”

< Di depan rumah Chanyeol, Kyungsoo berdiri sambil merokok. >

Desis, deg-deg...

: Pok..- :

![[현실] 박 찬열 (24) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_33_20210714224707.jpg)
[현실] 박 찬열 (24)
“….?..!!”

‘Apa, apa ini..!.! Kenapa Kyungsoo memeluk orang ini?..’

Chanyeol terkejut dengan tindakan Kyungsoo yang tiba-tiba memeluknya, karena tubuhnya tidak berubah selama dua tahun.


도 경수 (24)
“Chanyeol… Apa aku melakukan kesalahan?”

![[현실] 박 찬열 (24) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_33_20210714224707.jpg)
[현실] 박 찬열 (24)
"...eh...?"


도 경수 (24)
“…Aku memikirkannya sepanjang malam, tapi… aku tidak tahu mengapa suasana hatimu begitu buruk…”

![[현실] 박 찬열 (24) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_33_20210714224707.jpg)
[현실] 박 찬열 (24)
“….! “

‘...Apa, apa itu puntung rokok?...’

Kyungsoo sudah berada di depan rumah Chanyeol cukup lama, karena ada banyak puntung rokok sejenis yang berserakan di tanah.

: Gedebuk...gedebuk... :


도 경수 (24)
“…Hmm… Apa yang harus saya lakukan untuk Anda?…”

“Aku… tidak harus membencimu, kan?…”

![[현실] 박 찬열 (24) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_33_20210714224707.jpg)
[현실] 박 찬열 (24)
“…Ah, itu… itu…”

‘… . Ah.. Aku jadi gila.. ‘

Chanyeol memutuskan untuk menghibur Kyungsoo dengan memeluknya terlebih dahulu, melihat mata Kyungsoo menatapnya dengan air mata mengalir di wajahnya.

: Po-ok-.. :


Gudang

Ketuk... ketuk...



변 백현 (20)
“…”

: Kwak! :

보스
“…Wow… Matamu masih hidup?”

Baekhyun masih menatap bosnya dengan mata yang dipenuhi amarah yang sama seperti sebelumnya, meskipun darah menetes dari kepalanya.


변 백현 (20)
“…Kau, kau sampah, *gulp*!!… Apa kau pikir aku akan dikalahkan oleh sampah sepertimu?…”

Justru Baekhyunlah yang tersenyum dengan sudut mulut sedikit terangkat.

: Menabrak... :

보스
“..Benar, sejak awal.. Seharusnya aku menyingkirkan mata itu sejak awal.”

: Desis- :

보스
“Ini akan menjadi kali terakhir saya bisa melihat pemandangan ini.”

: Desir- :


변 백현 (20)
“Ugh!”

Lengket... :

<Pada saat itu, sebuah kepalan tangan melayang ke arah mata Baekhyun,>

: Boom!! Kwaang!! :

: Berhenti- :

보스
“….?”

: Dentang! Boom-!! :


김 종인 (20)
“Haa… ha!!.. Nasi, Baek Byun!!.. Hyun!.. “

Orang yang datang ke gudang itu adalah Jong-in. >


변 백현 (20)
"Batuk!"

' … Kim Jong In?.. '

: Ugh.. :

: Jjing-! :


변 백현 (20)
“Ahhh!!”

: Guk- :

‘Ah, sakit sekali!… Sialan… ingatan apa ini…’

: Berhenti- :


변 백현 (20)
"...eh?..."

< Saat Baekhyun menatap Jongin, kepalanya mulai terasa sakit seolah akan pecah, dan tiba-tiba, kenangan masa lalu melintas di depan matanya seperti panorama. >

Ketuk! :


김 종인 (20)
“Kenapa!! Apakah Byun Baekhyun baik-baik saja!!.. “

: Cih!! :


김 종인 (20)
"Batuk!!"

: Omong kosong!!! :


변 백현 (20)
“….!!!”

Desis-gedebuk, gedebuk...

: Tak- :



김 종인 (20)
“…”

: Kwaak!.. :

보스
“Halo… tidak mau mengatakan apa-apa?”

"Kim Jong In."

< Bos yang tadi menendang Jong-in, langsung menghampirinya dan menjambak rambutnya. >