dari : Untukmu saat itu_ [CB]

_39

Ketuk! :

김 종인 (20) image

김 종인 (20)

“Haa!! Ha!.. “

'Byun Baekhyun, idiot ini!!..'

Jong-in, yang mendengar kabar bahwa Baekhyun disandera di gudang, bergegas berjalan menuju gudang tersebut.

- Sementara itu,

: Dentang, dentuman-.. :

[현실] 박 찬열 (24) image

[현실] 박 찬열 (24)

“….?”

‘ … tampilan belakang itu … ‘

: Chiik- huh.. :

도 경수 (24) image

도 경수 (24)

“…”

< Di depan rumah Chanyeol, Kyungsoo berdiri sambil merokok. >

Desis, deg-deg...

: Pok..- :

[현실] 박 찬열 (24) image

[현실] 박 찬열 (24)

“….?..!!”

‘Apa, apa ini..!.! Kenapa Kyungsoo memeluk orang ini?..’

Chanyeol terkejut dengan tindakan Kyungsoo yang tiba-tiba memeluknya, karena tubuhnya tidak berubah selama dua tahun.

도 경수 (24) image

도 경수 (24)

“Chanyeol… Apa aku melakukan kesalahan?”

[현실] 박 찬열 (24) image

[현실] 박 찬열 (24)

"...eh...?"

도 경수 (24) image

도 경수 (24)

“…Aku memikirkannya sepanjang malam, tapi… aku tidak tahu mengapa suasana hatimu begitu buruk…”

[현실] 박 찬열 (24) image

[현실] 박 찬열 (24)

“….! “

‘...Apa, apa itu puntung rokok?...’

Kyungsoo sudah berada di depan rumah Chanyeol cukup lama, karena ada banyak puntung rokok sejenis yang berserakan di tanah.

: Gedebuk...gedebuk... :

도 경수 (24) image

도 경수 (24)

“…Hmm… Apa yang harus saya lakukan untuk Anda?…”

“Aku… tidak harus membencimu, kan?…”

[현실] 박 찬열 (24) image

[현실] 박 찬열 (24)

“…Ah, itu… itu…”

‘… . Ah.. Aku jadi gila.. ‘

Chanyeol memutuskan untuk menghibur Kyungsoo dengan memeluknya terlebih dahulu, melihat mata Kyungsoo menatapnya dengan air mata mengalir di wajahnya.

: Po-ok-.. :

Gudang

Ketuk... ketuk...

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

“…”

: Kwak! :

보스

“…Wow… Matamu masih hidup?”

Baekhyun masih menatap bosnya dengan mata yang dipenuhi amarah yang sama seperti sebelumnya, meskipun darah menetes dari kepalanya.

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

“…Kau, kau sampah, *gulp*!!… Apa kau pikir aku akan dikalahkan oleh sampah sepertimu?…”

Justru Baekhyunlah yang tersenyum dengan sudut mulut sedikit terangkat.

: Menabrak... :

보스

“..Benar, sejak awal.. Seharusnya aku menyingkirkan mata itu sejak awal.”

: Desis- :

보스

“Ini akan menjadi kali terakhir saya bisa melihat pemandangan ini.”

: Desir- :

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

“Ugh!”

Lengket... :

<Pada saat itu, sebuah kepalan tangan melayang ke arah mata Baekhyun,>

: Boom!! Kwaang!! :

: Berhenti- :

보스

“….?”

: Dentang! Boom-!! :

김 종인 (20) image

김 종인 (20)

“Haa… ha!!.. Nasi, Baek Byun!!.. Hyun!.. “

Orang yang datang ke gudang itu adalah Jong-in. >

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

"Batuk!"

' … Kim Jong In?.. '

: Ugh.. :

: Jjing-! :

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

“Ahhh!!”

: Guk- :

‘Ah, sakit sekali!… Sialan… ingatan apa ini…’

: Berhenti- :

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

"...eh?..."

< Saat Baekhyun menatap Jongin, kepalanya mulai terasa sakit seolah akan pecah, dan tiba-tiba, kenangan masa lalu melintas di depan matanya seperti panorama. >

Ketuk! :

김 종인 (20) image

김 종인 (20)

“Kenapa!! Apakah Byun Baekhyun baik-baik saja!!.. “

: Cih!! :

김 종인 (20) image

김 종인 (20)

"Batuk!!"

: Omong kosong!!! :

변 백현 (20) image

변 백현 (20)

“….!!!”

Desis-gedebuk, gedebuk...

: Tak- :

김 종인 (20) image

김 종인 (20)

“…”

: Kwaak!.. :

보스

“Halo… tidak mau mengatakan apa-apa?”

"Kim Jong In."

< Bos yang tadi menendang Jong-in, langsung menghampirinya dan menjambak rambutnya. >