AKU TAK BISA MENINGGALKANMU....
MELEWATI 73



Y/N
Yah... aku tidak menyangka kau akan berada di sini juga.

kataku sambil menyesap jusku


Taehyung
Merekalah yang meneleponku...kalau tidak, aku tidak akan tahu.


Jungkook
Ya....aku baik-baik saja


Jimin
Permisi-


Jungkook
Uh...maksudku, kita

Aku terkekeh.


Lisa
Lihatlah ke sana

Dia berkata sambil menunjuk ke arah Jennie dan Minho yang duduk di sisi lain ruangan.


Y/N
Mereka lucu


Lisa
Nak... kau telah menjadi dewa asmara yang sukses!!


Y/N
Wah!!! Tidak!!!

Tepat saat itu telepon Jimin berdering... dan ini sudah yang ke-10 kalinya.


Lisa
Lihat... bukankah sudah kubilang?


Y/N
Yah! Lis!

Dia langsung memutuskan panggilan tersebut.


Y/N
Ambilah, Jimin... ini sudah berdering untuk kesepuluh kalinya sekarang.


Jimin
Aku tidak mau... itu tidak terlalu penting.


Y/N
Hah?...siapa yang duduk?


Jimin
Ini bukan-


Jungkook
YURA


Y/N
Ohhh!


Lisa
Yura!?...kamu punya pacar?

Jimin menghela napas.


Jungkook
Tidak, tidak... dia adalah... kau tahu, aku tidak bisa mendeskripsikannya.


Lisa
Apakah dia sehebat itu?


Jungkook
Ya...lebih buruk dari neraka


Taehyung
Siapa nama lengkapnya?


Jimin
Apakah itu penting sekarang?


Taehyung
Hei, aku cuma mau bertanya.


Jimin
Itulah yang saya tanyakan.....apakah memang perlu begitu!!?


Y/N
Sudahlah...jangan kita berdebat soal itu.

Aku duduk di samping Jimin.


Y/N
Dia hanya bertanya. Biarkan saja.


Jimin
Hm


Y/N
Hah?


Jimin
Okey


Y/N
Eh?


Jimin
Yahh!! Fine!

Aku tertawa


Jennie
Y/N....ada seseorang di pintu


Y/N
Saat ini?


Y/N
Apakah kamu menelepon orang lain?


Jimin
Tidak, aku tidak melakukannya! kook?


Jungkook
Yah! Tidak


Taehyung
Aku sudah keluar... Aku tidak


Lisa
Aku bahkan tidak tahu


Jimin
Tunggu...aku akan pergi dan memeriksanya.


Jungkook
Kami juga akan datang.

Kami semua menurutinya dan membuka pintu.

???
Hei!!!....Aku melihatmu masuk ke sini, Jimin.

Mataku membesar

Di sana berdiri orang di depan mataku yang tak ingin kutemui seumur hidupku.

Aku memperhatikan Tae menatapku dengan ekspresi khawatir yang sama... tapi dia juga menunjukkan ekspresi marah.


Jimin
Kamu mau apa?

Nada dingin Jimin membuyarkan lamunanku.


Yura
Aku sudah meneleponmu selama setengah jam.


Yura
Kamu tidak mengangkat telepon jadi aku datang.

Dia mengabaikan semua orang dan berjalan masuk ke dalam.

Tapi dia berhenti begitu melihatku dan Taehyung.


Yura
Oh, ternyata kalian...


Y/N
Yura....


Yura
Oh...jadi kau masih ingat aku!


Yura
Senang bertemu denganmu, sahabatku tersayang.


Yura
Dan ya Taehyung.....senang bertemu denganmu juga.


Jimin
Kamu kenal dia?


Y/N
Ya


Yura
Oh... bagaimana bisa kau melupakanku, sahabatku?


Y/N
Dia adalah teman sekelas KAMI.


Yura
Bukan SAHABAT SEJATI.....Aku adalah SAHABAT SEJATIMU...dan kau meninggalkanku!!!


Y/N
Aku tidak mau membicarakan itu, Yura..... kumohon, kau malah merusak segalanya.


Yura
TIDAK!!!....KAMULAH ALASAN MENGAPA PRIA INI MENOLAKKU!!!!


Taehyung
HENTIKAN SEKARANG JUGA!!!....BUKAN DIA


Yura
BENAR SEKALI!!! DAN SEKARANG DIA MELAKUKAN HAL YANG SAMA DENGAN JIMIN!!!


Taehyung
DIAMLAH!!!!!


Yura
Kamu selalu melakukan semuanya dengan salah, Y/N.


Yura
Kamu tidak pernah melakukan semuanya dengan benar!


Yura
Aku tidak salah kalau kukatakan kaulah penyebab kematian orang tuamu.....benar kan!?


Jimin
CUKUP!!! KELUAR SEKARANG JUGA!


Yura
Saya sedang berbicara dengannya.


Yura
MEREKA MENINGGAL DI DEPAN MATA KALIAN!!!

Aku tak bisa mengendalikan diri lagi... bayangan orang tuaku berlumuran darah terlintas di benakku.

Mataku mulai berlinang air mata....air mata mengalir deras.


Yura
Menangis itu sia-sia.


Jimin
ITU SAJA!


Jimin
Jika kau tak ingin tanganku berada di wajahmu, pergilah sekarang juga.


Yura
Kamu adalah masalahnya di sini, Y/N!


Y/N
KELUAR SEKARANG JUGA!!!

Dia terkejut... kurasa.


Y/N
Jika kamu tidak ingin sampai terluka...pergilah saja!!


Yura
Kaulah alasan untuk selalu mengingat....


Y/N
Jimin.... kumohon bawa dia keluar saja.