Saya anak adopsi, tapi 13 anak gila memanggil saya kakak laki-laki.
22. Kucing vs. Anjing



์ด์งํ
"..." (dengan serius)


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"...?"


์ด์งํ
"...Ahhh!! Aku kaget sekali!!!!"


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"...? Tidak akan sakit..."


์ด์งํ
(malu) "Hahaha.."


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"Mengapa demikian...?"


์ด์งํ
"Begini... kurasa Minah meninggalkan Hoshi di sini."


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"? ah.."

Yang kulihat di depan mataku adalah ruangan yang berantakan.

Kertas toilet dan bantal dalam upaya meraih kebebasan...


์ด์งํ
"Tapi ini bukan kamarku, jadi ini bukan urusanku."


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"Lalu kamar siapa ini...?"


๊น๋ฏผ๊ท
"...Ini kamarku..."


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"Ah...!"


์ด์งํ
"Kerja bagus^^"


๊น๋ฏผ๊ท
"Hhh... Itu juga keluarga..."


์ด์งํ
" ~^^"


๊ฐ์ฌ์ฃผ
"...;;"


๊ถ์์
"Nyonya, Anda seharusnya tidak mempelajari hal-hal seperti itu."


๊ฐ์ฌ์ฃผ
(Mengangguk)


ํธ์
"meong"


๊น๋ฏผ๊ท
"Dasar kucing kecil..."


ํธ์
(Mengapa apa)


๊น๋ฏผ๊ท
(Elang elang)

Seekor anjing Maltese besar berkelahi dengan seekor anak kucing.


๊น๋ฏผ๊ท
"Kau... Kubilang aku tidak suka namamu."


ํธ์
...?


๊ถ์์
"Hei...!!! Aku yang memberinya nama..." (Kekalahan pertama yang dipertanyakan) (Ketidakadilan sang Pemberi Nama)


์๊ฐ
Kamu sebenarnya cuma mengintai saja...^^


์๊ฐ
Sulit mendapatkan komentar ketika Anda menulis sesuatu tanpa materi (?)


์๊ฐ
Yah... aku suka banget sama mereka yang kirim pesan ๐ฅฐ๐