Apakah ini cinta?

Dia sudah datang!!

Aku terbangun karena pintu depan terbanting menutup. Aku berbalik di tempat tidur. Mungkin hanya ibu-

Tunggu-

Aku langsung terbangun. Felix ada di kamarku. Ini tidak baik!

Y/N

“Felix! Felix bangun!” bisikku dengan tergesa-gesa.

Felix  image

Felix

“Satu menit lagi,” erangnya sambil berusaha membujukku untuk berbaring kembali.

Y/N

“Felix! Ibuku datang!!” bisikku sekeras yang kuberani.

Dia langsung terbangun, teringat di mana dia berada.

Felix  image

Felix

“Oh-oh sial,” gumamnya.

Aku mendengar ibuku di ruang tamu, kemungkinan besar sedang datang untuk mengecekku.

Y/N

“Oke, sembunyi di bawah tempat tidur,” kataku sambil menyuruhnya naik.

Dia merangkak di bawah tempat tidur dan aku berbaring seolah-olah sedang tidur.

Y/N

“Sekarang diamlah,” bisikku

Ibuku membuka pintu dan menjulurkan kepalanya ke dalam. Dia masuk, mencium keningku, mengucapkan selamat malam, lalu keluar.

Aku menghela napas begitu dia berada di luar jangkauan pendengaran.

Y/N

“Oke, kamu boleh keluar sekarang,” kataku.

Dia merangkak keluar dari bawah tempat tidur dan menjatuhkan dirinya di tempat tidur di sampingku.

Felix  image

Felix

“Hampir saja.” Dia tertawa pelan.

Y/N

“Ini bukan hal yang bisa dianggap enteng,” aku terkekeh dan menepuk lengannya dengan bercanda.

Y/N

Aku menghela napas sambil berkata, "Bagaimana kita akan menyelundupkanmu keluar?"

Dia hanya mendesah dan mengangkat bahu.

Y/N

“Kurasa kita harus menunggu sampai ibuku pingsan,” kataku.

Felix  image

Felix

Dia menyeringai dan berkata, "Mungkin begitu, tapi kita bisa bersenang-senang sampai saat itu."

Aku tertawa dan dia duduk di atasku di ranjang. Aku melingkarkan tanganku di lehernya dan dia menciumku dengan lembut pada awalnya, tetapi kemudian menjadi lebih kasar.

Dan aku mengundangnya masuk dengan niat melakukan hal yang sama.

Dia mencium sepanjang garis rahangku dan berlanjut ke leherku.

Aku mengeluarkan erangan kecil saat dia melakukannya.

Felix  image

Felix

“Aku tahu aku jago, tapi kamu harus pelan-pelan,” dia terkekeh.

Aku menutup mulutku dengan satu tangan dan meletakkan tangan satunya di belakang kepalanya, seolah-olah menyuruhnya untuk terus melanjutkan.

Dia melepaskan tanganku dari mulutku dan menciumku lagi.

Y/N

“Oke, dia mungkin sudah tidur sekarang,” kataku.

Y/N

Dia menghela napas dan berdiri, aku tertawa lalu menariknya kembali duduk. "Baiklah, satu menit lagi."

Aku menciumnya dan menggigit bibir bawahnya sedikit.

Dia tertawa dan mencium leherku lagi. Dia sedikit turun dan mencium tulang selangkaku dari atas ke bawah.

Y/N

“O-oke, sebaiknya kita selundupkan kau keluar sekarang,” gumamku, tak ingin dia pergi. Dia menghela napas sebagai balasan dan menatapku dengan tatapan memohon.

Y/N

“Baiklah, kamu boleh menginap malam ini, tapi kamu harus membantuku berbicara dengan ibuku,” kataku sambil mengusap rambutnya.

Felix  image

Felix

“Setuju,” jawabnya.

Dia ber cuddling di sampingku dan memelukku dari belakang.

*Malam berlalu dan pagi tiba*

Mom

“Ehem. Selamat pagi.” Ucapnya dengan nada tegas.

Astaga.