Kiss Shuttle dari Senior dengan Kepribadian Ganda

12. Kiss Shuttle dari Senior dengan Kepribadian Ganda

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Ck... Ini tembok besi yang tidak berguna."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Aku ini apa-"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Jika saya tidak membangun tembok, saya akan dipukul lagi karena saya akan terus mengibaskan ekor saya."

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Oh... kurasa begitu."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Berhenti bicara omong kosong dan makanlah - cepatlah."

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Ya, oke, saya mengerti."

Keesokan harinya

secara luas-

Seseorang menangkap Ji-hoon saat dia mencoba masuk ke sekolah.

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Aku... terlambat sekarang..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Eek..!!"

Orang yang menangkap Ji-Hoon adalah Jeong-Han.

์œค์ •ํ•œ image

์œค์ •ํ•œ

"Hai~ Sayang"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Ya, halo..."

์œค์ •ํ•œ image

์œค์ •ํ•œ

"Haruskah kita menyelesaikan apa yang kita lakukan kemarin? Hehe"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

'Senior... tolong saya...'

Ji-hoon merasa ingin menangis hanya dengan mengingat kejadian kemarin.

์œค์ •ํ•œ image

์œค์ •ํ•œ

"Mengapa kamu mengkhawatirkan hal itu.."

pada saat itu,

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Hai, Yoon Jung-han."

์œค์ •ํ•œ image

์œค์ •ํ•œ

"Hmm... Ada penyusup lain yang datang, haha"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Kau sungguh..."

์œค์ •ํ•œ image

์œค์ •ํ•œ

"Saya pamit dulu untuk hari ini. Nantikan kabar dari saya."

์œค์ •ํ•œ image

์œค์ •ํ•œ

"Bayi ~ heh"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Orang gila..."

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Jihoon... apakah kamu baik-baik saja?"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Maaf saya terlambat..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Kenapa kamu datang terlambat sekali.."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Aku takut..."

Jihoon berkata sambil terisak.

Po-ok -

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Ya ampun... apa yang harus kulakukan dengan bayi ini..."

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Aku harus tetap bersamamu, kan?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

(Tiba-tiba) "Bukan itu..."

Jihoon mendorong Soonyoung yang sedang memeluknya, lalu menuju ke kelasnya.

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Apa! Lee Ji-hoon! Ayo kita pergi bersama!"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

'Lucu banget, aku sampai gemas banget.. hehe'

B1

"Hei, Lee Ji-hoon, apakah kamu pengantar roti hari ini?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Hah, hah...?"

B1

"Roti. Sher. Jamur. Haha"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Ah... saya mengerti..."

B2

"Kamu tidak punya uang... kan? Hahaha"

G1

"ใ…‹ใ…‹ใ…‹Lucu sekali"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"..."

macet

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"..."

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Hah? Bukankah itu bayi?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Eh... senior"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Mengapa kamu di sini?"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Mengapa kamu membeli roti begitu banyak?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Ah... aku ingin memakannya."

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Sebanyak ini? Hanya kamu?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Ya... heh"

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Senior...?"

Senior Sunyoung tidak mengatakan apa pun, seolah-olah dia sedang mengkhawatirkan sesuatu.

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

"Tinggalkan segalanya dan ikuti aku."

๋ฌผ์Œ๋พฐ image

๋ฌผ์Œ๋พฐ

Halo, ini Question Point!!

๋ฌผ์Œ๋พฐ image

๋ฌผ์Œ๋พฐ

Kalian mau 3 kali lagi(?)

๋ฌผ์Œ๋พฐ image

๋ฌผ์Œ๋พฐ

Aku memutuskan untuk membuatnya menjadi nomor 3..!!๐Ÿ˜๐Ÿ˜

๋ฌผ์Œ๋พฐ image

๋ฌผ์Œ๋พฐ

Karena aku sudah memutuskan yang ketiga, aku langsung datang berlari๐Ÿ˜Ž

๋ฌผ์Œ๋พฐ image

๋ฌผ์Œ๋พฐ

Versi barunya akan tayang minggu ini? (Bisa jadi hari ini...)

๋ฌผ์Œ๋พฐ image

๋ฌผ์Œ๋พฐ

Saya butuh sampul baru... Adakah yang bisa membuatkannya untuk saya?