HARTA KARUN MASA KECIL
Lea-Snipper04
3,216 1,355
Yoon Jae Hyuk
sobat, sampai jumpa


Semalam aku tidak bisa tidur nyenyak. Aku takut Jae akan meninggalkanku.

Saat ini aku masih mengantuk. Aku masih tidak ingin bangun.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Aku langsung terbangun dan berlari untuk membukanya. Mungkin itu Jae!


me
Setelah membuka pintu, aku memeluknya, "Jae! Kukira kau benar-benar akan pergi ke suatu tempat!"

"mm... maaf Nona, tapi..."

Suaranya... adalah suara yang asing. Siapakah dia...?


me
"Ah! Dia bukan Jae!" Mataku terbuka lebar. Rasa kantuk sudah hilang.


me
"Maafkan aku!" Aku segera melepaskan pelukan itu.


yedamie
"Apakah kamu baik-baik saja?"


me
"Saya sangat menyesal"


yedamie
"Tidak apa-apa. Tapi bolehkah saya meminta bantuan?"


me
"Apa"


yedamie
"Apakah kamu pandai memperbaiki sepeda? Ban sepedaku kempes."


me
"Apa?" Beraninya dia memintaku memperbaiki sepedanya padahal aku sekarang terlihat seperti orang gila?!


me
"Tidak! Perbaiki sendiri!"


yedamie
"Ah? Ah ya"

*baam!* Aku masuk dan menutup pintu.


me
"Aku harus pergi ke rumah Jae sekarang juga"

Aku naik taksi ke rumah Jae.

Dalam perjalanan, saya melihat pria tadi. Dia duduk di pinggir jalan dengan sepedanya. Sayang sekali, tapi saya tidak punya waktu untuk itu.


me
"Aduh, orang itu"

. . . . .

Ketika aku sampai di rumah Jae, aku tidak melihat apa pun yang tersisa. Rumahnya kosong.


me
"Ya. Dia pergi."

Dalam perjalanan pulang, saya terus mengulang-ulang "bagaimana mungkin dia melakukan itu? bagaimana mungkin dia melakukan itu?"


me
"Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku?"


me
"Dia berbohong!"


me
"Jaehyuk! Kau bilang kau tidak pergi ke mana-mana!"


me
"Ah~Jika aku menyuruhnya berjanji untuk tidak pergi, pasti dia tidak akan pergi."


me
"karena dia anak yang baik"


me
"Tetapi..."


me
"Aish! Pria itu! Kenapa!?" Aku melihat pria pengendara sepeda itu lagi, hanya duduk di tanah.

Aku berjalan menghampirinya.


me
"ha~ biar aku yang melakukannya"


yedamie
"ah? aa ya"


yedamie
"Tapi kenapa matamu terlihat seperti mata Panda?"


me
...


yedamie
"Ah... baiklah. Maaf."


me
"Di Sini"


yedamie
"Oh, terima kasih! Kurasa kau tidak terlalu mahir dalam hal itu."


me
"Ya~"


me
"Lagipula, bisakah kau tidak perlu ada di hadapanku lagi?"


yedamie
"Tapi... tapi kenapa?!"


me
"Karena.."


yedamie
"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun!"


me
"Karena aku benci hari ini!"


me
"Itu saja"


yedamie
...


me
"Pulanglah. Maaf kalau aku bersikap tidak sopan hari ini."


yedamie
"Aku... aku..."


yedamie
"Maaf"