Robotnya [BL]
02




B:백현
" setelah.. "

Baekhyun mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, keluar ke ruang tamu, dan duduk di sofa.

#batu penuh



P:찬열
"Apakah kamu sudah selesai mencuci?"

-Karena kalian berdua sudah cukup nyaman bersama, kali ini kamu duduk di sebelah Baekhyun, bukan di depannya.

#batu penuh


B:백현
"Oh, dan kurasa aku harus lebih berhati-hati lain kali. Aku hampir mendapat masalah besar hari ini."


P:찬열
"Yah, kamu lebih kecil dariku, jadi kamu harus berhati-hati."


B:백현
"Kamu mau mati?"


P:찬열
"Ini kejam, ini cuma lelucon."


B:백현
"Sungguh...lol"

-Sekarang mereka tahu cara tertawa.


P:찬열
"Oh, ngomong-ngomong... apakah kamu sudah mendengar tentang X dan A kali ini?"


B:백현
"Mengapa mereka?"


P:찬열
"Mereka sangat saling mencintai sehingga ketua membunuh mereka. Kasihan sekali mereka..."


B:백현
"...dibunuh...katamu...?"


P:찬열
"Ya, jika robot mencintai robot lain, mereka akan mati... Kurasa itu aturan ketua. Lagipula, kami sedang sibuk berlatih, jadi itu tidak akan terjadi lol"


B:백현
"Eh... kurasa begitu..."

Ekspresi Baekhyun berubah muram.

-Chanyeol terus berbicara, entah dia menyadarinya atau tidak.


P:찬열
"Tapi apakah maksudmu para pria itu berpacaran? Mereka memang berpacaran."



B:백현
"..."


P:찬열
"Yah, A memang cantik. Tapi meskipun begitu, bisakah kita berkencan dengannya?"


B:백현
" ....berhenti.. "

-Baekhyun berbicara dengan suara pelan.

-Tapi Chanyeol terus berbicara seolah-olah dia tidak mendengar.


P:찬열
"Ugh... Tapi aku tidak bisa tinggal bersama seorang pria..."


B:백현
"Hentikan!!!"

Baekhyun berteriak.

-Chanyeol menatap Baekhyun dengan terkejut.


B:백현
"Ah.. Mi, maaf.. Ha.. Sial.. "

-Baekhyun memasuki ruangan.

#secara luas



P:찬열
" ... Apa.. "

-Chanyeol duduk di sofa dan berpikir lama.

Malam itu

11:00 PM
Jam 11 malam

#Ketuk pintu

-Chanyeol mengetuk pintu kamar Baekhyun.


B:백현
"...silakan masuk."

-Baekhyun menjawab sambil berbaring membelakangi kamera.

#mencicit...


P:찬열
"Hei, Baekhyun..."

-Chanyeol duduk di tempat tidur Baekhyun.

#batu penuh


P:찬열
"Seberapa pun aku memikirkannya, aku tetap tidak bisa menemukan kesalahan yang telah kulakukan."


B:백현
"..."

-Chanyeol telah memikirkan mengapa Baekhyun marah.


P:찬열
"Jika kau memberitahuku alasannya... aku akan meminta maaf."

- Chanyeol memiliki wajah yang menakutkan, tetapi berhati lembut.


B:백현
"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun. Jangan khawatir."


P:찬열
"Benarkah? Benar-benar tidak ada di sana?"

-Chanyeol menatap Baekhyun.


B:백현
"Ya... sungguh tidak..."

-Saat Baekhyun bangun dan membalikkan badannya, wajah Chanyeol tepat berada di depannya.

-Jarak antara keduanya sangat dekat.



B:백현
"Ah, eh, itu... itu..."

-Baekhyun tergagap karena malu.



P:찬열
"..."

-Chanyeol mengangkat tangannya seolah dirasuki sesuatu, lalu menarik Baekhyun ke arahnya dan menciumnya.


B:백현
"Ugh!!"

Baekhyun mencoba mendorong Chanyeol menjauh, tetapi mata Chanyeol begitu indah sehingga ia melonggarkan cengkeramannya dan ikut menutup matanya.


#samping


B:백현
"Haa.. ha.. "

-Bibirnya sedikit terbuka, dan Baekhyun menarik napas.


P:찬열
"...ah..."

-Baekhyun, yang biasanya berpenampilan seksi, kehilangan akal sehatnya saat matanya terbuka karena ciuman itu.

#Swoosh, batu penuh


B:백현
"Ugh... Ugh!!"

-Setelah Chanyeol membaringkan Baekhyun dengan kasar, dia menciumnya lagi.

-Chanyeol tahu bahwa situasi ini salah, tetapi tubuhnya tidak mau berhenti.


-Karena Baekhyun sangat cantik dan tampan saat ini...