Kisah delapan bersaudara!
Ciuman selamat malam terakhir Italia



์กํ์
(Saya pernah menjadi korban perundungan, tetapi saya berhasil mengatasi trauma tersebut dan orang tua saya telah meninggal dunia.)


๊นํํ
Hayoung-ah.


์กํ์
Hah? Kenapa?



๊นํํ
Apakah kamu menyukai seseorang atau mengagumi seseorang?


์กํ์
Yah... aku tidak tahu?


์กํ์
Bagaimana dengan saudaramu?


๊นํํ
Kurasa aku sudah sampai (gedebuk gedebuk)

(Hayoung, yang berjalan di depan, menoleh ke belakang dengan imut โฅ)


์กํ์
Siapakah dia?


๊นํํ
*Menghela napas panjang*


์กํ์
Mengapa? Mengapa kamu tertawa?


๊นํํ
Karena kamu sangat imut....


์กํ์
Pakan


๊นํํ
Pergi ke Gashina.......

(mundur)

(mundur dan lari)


์กํ์
Saudara...?


์กํ์
Kamu pergi ke mana?

(Deg deg)


๊นํํ
Hayoung di mana? Aku tidak bisa melihatnya~?


๊นํํ
Apakah kamu pergi keluar?

(Berjalan lambat yang pura-pura)


์กํ์
Fiuh...sal...oppa....?


๊นํํ
Apakah semuanya berjalan lancar?



๊นํํ
Apakah aku boleh memakannya?๐ฏ


์กํ์
Wow wow wow wow wow!!!!!!!!!!!!!!!!


์กํ์
Kanan-